Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Januari 2020

Tari topeng tumenggung

                                                       Tari topeng tumenggung


Untuk pembahasan kali ini, saya akan menjelaskan sedikit tentang tari topeng tumenggung, langsung disimak saja ya...

Pakaian serba hitam, mengikuti iringan lagu gamelan menjadi sebuah persembahan penari di daerah Cirebon, Jawa Barat. Mengenakan celana sebatas lutut dan penutup kepala atau yang disebut sobra sebagai hiasan yang melekat di kepala. Topeng merah dengan kumis tebal memperlihatkan karakter yang gagah juga berwibawa. Itulah kira-kira gambaran tari Topeng Temenggung, sebuah tari yang menceritakan ksatria berjiwa arif juga budiman.

Tari Topeng Temenggung merupakan salah satu dari lima tari topeng Cirebon, selain Tari Topeng Panji, Tari Topeng Samba, Tari Topeng Rumyang, dan Tari Topeng Kelana. Kelima tari topeng Cirebon tersebut memiliki karakter dan unsur yang berbeda-beda saat dipentaskan.

Khusus Tari Temenggung, tari ini menceritakan sebuah ksatria yang gagah berani berperang melawan angkara murka. Sosok ksatria tersebut disimbolkan oleh Temenggung, yaitu seorang Adipati dari Magadiraja yang berjiwa pemberani, dihadapkan oleh sang perusuh yang bernama Jinggaanom.

Dalam gerakan Tari Temenggung, tubuh sang penari terlihat tegap juga elegan. Ini melambangkan sang penari tengah menjadi ksatria yang gagah dan tangkas. Gerakan punggung dan tangan sangat tegas, memperlihatkan tarian ini adalah tarian yang melambangkan seorang ksatria. Walaupun melambangkan ksatria yang gagah, namun tidak jarang tari ini di bawakan oleh kaum wanita.

Tari Topeng Tumenggung diiringi oleh musik gamelan yang dipadukan dengan gendang. Sementara lagu yang biasa digunakan untuk mengiringi pementasan adalah lagu temenggungan, barendodoan, dan barenkering. Tari tradisional Cirebon ini biasa dipentaskan baik secara perorangan maupun kelompok.

Bagi masyarakat Cirebon, topeng dianggap sakral. Selain sebagai simbol dari tanggung jawab, topeng juga dianggap sebagai jati diri seseorang.
Begitulah sekiranya yang bisa saja gambarkan mengenai keunikan tari topeng tumenggung. Semoga kita selalu dapat mencintai kearifan budaya lokal di kota tercinta, Cirebon.

Kamis, 02 Januari 2020

Kiprah tari tradisional di era modern

                                             Kiprah tari tradisional di era modern



Tari adalah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran.

Negara indonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan dari mulai tarian , musik, adat, bahasa, dan lain sebagainya. Kita seharusnya bangga, dengan ini kita bisa menarik peminat turis asing yang pergi ke indonesiaIndonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan yang tidak bisa diragukan lagi dari mulai dari bahasa ,adat,tarian musik dan lain sebagainya. Bangsa kita juga memiliki kurang lebih 742 bahasa daerah, 33 pakaian adat dan ratusan tarian adat,. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang harus kita syukuri dan lestarikan. Dengan keanekaragaman kebudayaannya, Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi.

Namun yang berkembang saat ini banyaknya mayoritas orang yang sudah mulai mengabaikan bahkan melupakan kebudayaan bangsa seperti halnya tarian tradisional. Tak sedikit anak muda yang malah lebih senang menarikan tarian modern dari pada tarian tradisional.Dari waktu kewaktu, tarian tradisional sudah mulai tertutupi oleh adanya tarian modern mekipun tidak semua, tarian tradisional kini sudah tidak dilirik lagi, bahkan Anak-anak hingga kaum muda kini sudah lebih mengenal tarian modern daripada tarian tradisional.

Padahal jika kita cermati bersama, tari-tarian tradisional ini memiliki daya tarik bagi wisatawan manca negara. Bahkan tak sedikit negara lain yag ingin mengklaim tari-tarian yang lita miliki seperti contoh beberapa waktu lalu tari pendet yang berasal dari bali yang diklaim oleh negara Malaysia, itu semua menunjukan bahwa budaya tari yang kita miliki sangat mempunyai pengaruh besar. Kurangnya kesadaran masyarakat akan kecintaan kepada tari-tarian tradisional membuat perlahan demi perlahan eksistensinya berkurang atau bahkan punah tak dapat di nikmati lagi, apalagi yang berkembang akhir-akhir ini negara kita sedang mengalami arus globalisasi yang cukup kuat mempengaruhi seluruh generasi muda kita seperti munculnya tari-tarian modern seperti harlem shake, atau tarian K-Pop yang membuat mereka lebih tertarik untuk mempelajarinya. Bahkan tak sedikit orang yang beramai-ramai membuat video tentang tarian tersebut dan di unggah di yuotube atau jejaring sosial lainnya. Miris,memang ketika melihat pelajar atau bahkan mahasiswa yang melakukan tarian ini. Mereka adalah generasi penerus yang seharusnya bisa memfilter budaya yang masuk ke dalam budaya kita, bukan malah menikmati tarian tersebut bahkan hingga membuat video dan menguggahnya ke jejaring sosial dan mungkin mereka tidak tahu asal usul adanya tarian tersebut.
Jika kita telaah dari segi sejarah, tentu tarian tersebut sangat tidak sesuai dengan falsafah negara kita yaitu pancasila dan moralitas bangsa kita. Jika dilihatdari segi agama pun tarian fenomenal ini tidak memiliki esensi apapun, bahkan hanya bersifat hura-hura dan parahnya lagi mengandung gerakan-gerakan yang mengandung unsur pornoaksi yang bisa menimbulkan syahwat yang seharusnya bisa lebih dicermati oleh seluruh lapisan generasi bangsa ini khususnya kaum muslim. Dengan adanya tarian modern sekarang ini, jika kita tidak bisa memfilternya terlebih dahulu, lama-lama tarian tradisional dan budaya bangsa kita akan semakin tertutupi bahkan bisa saja punah.

Melihat fenomena ini kita memang tak lantas dapat menyalahkan masyarakat yang lebih memilih menarikan tarian modern itu dibanding tari tradisional yang kita miliki. Perlunya ada penanaman dini tentang kecintaan terhadap budaya Indonesia khususnya seni bertari seperti mengenalkan seluruh tari-tarian tradisional agar setelah mereka mengenal lalu mereka tertarik untuk mempelajari selanjutnya. Atau kalau perlu diadakan ekstrakulikuler disetiap sekolah tentang tarian tradisioanal. Karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan kebudayaan kita yang melimpah ruah ini.

Dapat disumpulkan bahwa tari tradisional di era globalisasi sudah mulai hilang di beberapa daerah tetapi hanya beberapa masyarakat masih mengikuti tari tradisional. Kalau bukan kita yang mengembangkan tari tradisional siapa lagi?? Bagaimana bisa anak cucu kita nanti mengenal tari-tari tradisional kalau bukan kita yang memperkenalkan tari tradisional kepada mereka. Maka dari itu kita harus bangga dengan tari tradisional yang begitu banyak macamnya. Jangan terlalu berpengaruh dengan budaya luar sehingga kita melupakan budaya kita sendiri.
Sebagai mahasiswa/i tentu kita punya peranan penting dalam usaha pelestarian seni tradisional yang telah diwariskan secara turun temurun oleh para leluhur, dengan terus mengembangkan dan mencintai seni tradisional agar tidak tergerus arus zaman modern dan pencurian kebudayaan oleh negara asing.

Sudah saatnya kita sebagai masyarakat Indonesia khususnya pelajar dan mahasiswa, harus bisa memilah apa yang masuk dari luar artinya kita harus bisa memilih dan menyaring mana yang lebih baik dan positif untuk kita ikuti. Bukan sekedar ingin mengikuti tren yang sudah ada tanpa memfilter terlebih dahulu. Sudah saatnya kita kembangkan dan lestarikan kembali tarian tradisional yang sudah mulai tertutupi oleh tarian modern, karena bagaimanapun itu adalah hasil cipta karya bangsa kita.

Rabu, 01 Januari 2020

Tari topeng Panji

Tari topeng panji



Tari topeng kacirebonan memiliki 5 jenis, makadari itu memiliki topeng/watak yang berbeda pula. Kali ini yang akan kita bahas adalah tari topeng panji.
Panji berasal dari kata siji (satu, atau pertama), mapan sing siji (percaya kepada Yang Satu).  Mengapa dinamakan demikian? Karna Panji bermakna gambaran tentang kesucian manusia yang baru lahir. Kedoknya berwarna putih. Matanya liyep, pandangannya merunduk dan senyumnya dikulum. Raut wajahnya (wanda) menunjukan seorang yang alim, tuturkatanya lemah-lembut dan gerakannya halus. Dalam topeng Cirebon kedok ini ditarikan dalam karakter alusan (halus) seperti halnya tokoh Arjuna dalam cerita wayang. Tariannya menggambarkan seseorang yang berbudi luhur, penuh kesabaran dan tahan atas segala godaan. Ini tercermin dari iringannya (musik) yang bertolak belakang (kontras) dengan tariannya. Tari topeng Panji adalah tarian paradoks. Mengapa demikian? Konon Tarian topeng Panji adalah tarian untuk menghadirkan kekuatan-kekuatan semesta yang paradoksal. Dengan tarian ini, maka asas-asas paradoks semesta, kelaki-lakian dan keperempuanan, dihadirkan. Dewa pencipta itu sendiri dihadirkan lewat mitos dan lambang Panji. Panji adalah paradoks itu sendiri. Ia bersifat laki-laki dan bersifat perempuan, ia matahari dan ia bulan, ia siang dan malam, ia langit dan tanah, ia kasar dan halus, ia nampak dan tidak nampak, ia hidup dan kematian, ia masa lampau dan masa mendatang. Waktu dan ruang paradoks ada dalam diri Dewa ini.
Inilah tarian yang paling halus dengan langkah-langkah minimalis lebih banyak yang menampilkan gerak “diam yang dinamis”. Teknik gerakan jauh dari spektakuler, nyaris monoton dan “kurang menarik” bagi penonton awam. Meskipun demikian, tarian ini justru yang paling sukar ditarikan, karena diperlukan disiplin keras, penahanan diri, memakan tenaga, sangat serius, dan amat tertib sejak awal. Meskipun tarian ini merupakan tarian pertama, justru tarian ini dipelajari oleh para penarinya dalam tahap-tahap akhir, karena persyaratan tariannya yang demikian ketat. Bagian-bagian gerak tari Panji ini akan diulang dalam keempat tarian yang kemudian menyusul. Lagu yang mengiringinya disebut Kembang Sungsang, merupakan lagu terpanjang dan tersulit dimainkan. Iringan lagu ini sering tampil kontras dengan gerak tariannya. Irama cepat dan bunyi keras, disambut gerak tari yang amat minim, bahkan hampir tanpa gerak.

Oleh sebab itu banyak yang berkata "menarikan topeng Panji itu kaya wong urip tapi mati, mati tapi urip". Ungkapan tersebut adalah untuk menjelaskan, bahwa topeng Panji itu memang tidak banyak gerak, seperti orang yang mati tapi hidup, hidup tapi mati.
Bagaimanakah kisah awal mula adanya tari topeng panji tersebut? Saya akan jelaskan setahu saya, disimak ya teman-teman...
Kapan cerita panji mulai muncul di Jawa? Menurut Poerbatjaraka, cerita Panji telah ditulis dalam bahasa Jawa Pertengahan sebelum atau sekitar 1400, yakni pada zaman keemasan Majapahit atau sesudah kejayaannya. Naskah aslinya tidak ditemukan, tetapi “terjemahan” atasnya ditemukan dalam naskah Melayu, Panji Semirang. Bahwa cerita Panji telah ada pada masa itu, terbukti dari adanya relief zaman Majapahit tahun 1414 yang berisi bagian cerita Panji. Pendapat ini sesuai dengan berita Paparaton dan Negarakertagama yang mengisukan Raja Hayam Wuruk menari topeng (1350 1389). Jadi cerita Panji telah ada sebelum tahun 1400, bahkan sebelum tahun 1350. Cerita Panji berlatar zaman Kediri (1104 1222). Padahal, dalam cerita itu telah terjadi anakronisme sejarah, yakni mencampurkan kerajaan Singhasari (1222 1292) dengan zaman Kediri. Anakronisme itu dapat terjadi, karena pada zaman Singhasari, kerajaan Kediri juga masih berdiri, meskipun di bawah Singhasari. Sedangkan jarak antara bahan cerita dengan kejayaan Majapahit (munculnya karya sastra dalam bahasa Jawa Pertengahan, berupa kitab-kitab kidung serta Paparaton, Tantu Panggelaran, dan lain-lain) sekitar 200 tahun. Sebenarnya, Sulit untuk memaparkan cerita Panji, berhubungan dengan banyaknya versi yang terus ditulis dari zaman ke zaman dan dari satu wilayah ke wilayah lain. Poerbatjaraka setidak-tidaknya membandingkan delapan versi, yakni Hikayat Panji Kuda Semirang, Panji Kamboja, Panji Serat Kanda, Angron Akung, Jayakusuma, Panji Anggraeni Palembang, Panji Kuda-Narawangsa, Malat. Belum dihitung versi cerita rakyat lisan, seperti Ande-Ande Lumut, Ketek-Ogleng, Ragil Kuning. Dari berbagai versi tersebut, ciri-ciri cerita Panji selalu menampakan dirinya dalam bentuk cerita tentang pangeran dan puteri dari 4 negara (Kediri, Kahuripan, Gegelang, Singhasari), percintaan antara pangeran dan puteri-puteri masing-masing pasangan Negara, menghilangnya candrakirana, pencarian Candrakirana dan pencarian Panji, saling menyamar dalam mengembara, penaklukan-penaklukan para pangeran dan puteri terhadap Negara-negara sekitarnya, dan akhirnya kebahagian perkawinan antara pasangan-pasangan tersebut.

Karena Poerbatjaraka menyatakan bahwa Panji Semirang merupakan versi terjemahan Melayu dari bahasa Jawa (Tengahan), maka versi ini yang akan diceritakan untuk pemaknaan tarian topeng Panji. Di Jawa (Timur) waktu itu terdapat 4 negara yang raja-rajanya masih saling bersaudara. Negara-negara itu adalah Janggala atau Kahuripan (Utara), Daha atau Kediri (selatan), Singhasari (timur), Gegelang atau Urawan (barat). Raja janggala meskipun sudah mempunyai anak lelaki bernama Brajanata, masih memohon kepada Dewa untuk memperoleh anak lelaki lagi. permintaan dikabulkan, dengan menjelmakan seorang Dewa di atas istana Janggala, dan lahirlah Raden Inu Kertapati (Panji). Sementara itu raja Daha juga memohon dikaruniai seorang anak, maka dewa menjelma dewi di istana Daha, dan lahirlah puteri Daha, Candrakirana. Tetapi Dewa murka, Karena setelah kedua raja tersebut dikabulkan permohonannya, ternyata keduanya lupa berterimakasih (syukuran) kepada Dewa. Maka Dewa memutuskan bahwa kedua pasang laki-perempuan dari Janggala dan Daha akan mengalami berbagai kesulitan sebelum mereka dapat hidup sebagai suami istri.
Alur cerita dimulai dengan timbulnya kesulitan pertama, yakni ketika Raden Inu (Panji), yang sudah dipertunangkan dengan Candrakirana. Jatuh cinta pada seorang gadis desa, Kartalangu (Anggraeni), pada waktu Panji dan dua saudara lelakinya berburu. Gadis desa itu dibawanya ke Istana, yakni keputren, rumah Panji. Dua asyik masyuk itu bercintaan sepenuh hati, meskipun Ken Kertalangu selalu mengingatkan bahwa Panji telah dipertunangkan dengan puteri Daha, dan percintaan mereka tak akan berlangsung lama. Suara Ken Kertalangu ini ternyata benar menjadi kenyataan, ketika Panji sedang pergi berburu, permaisuri Janggala, ibunda Panji, diam-diam mendatangi rumah Panji dan menikam Martalangu yang tembus seketika dan mati. Namun permaisuri menjadi menyesal setelah melihat betapa cantiknya Martalangu, dan memahami cinta putranda, Panji, yang begitu kuat padanya. Diberitahukan bahwa mayat Ken Martalangu moksa, hilang tanpa bekas. Ketika Panji pulang, ia mencari-cari kekasihnya, dan diberitahukan bahwa Martalangu telah moksa. Panji terpukul hebat, setengah gila. Lalu ia memutuskan untuk mengmbara dengan menyamarkan diri, mungkin untuk melupakan kekasihnya atau untuk mencari yang hilang tak tahu dimana. Kesulitan kedua muncul di Daha, Candrakirana yang merasa dikhianati tunangannya, nekad “melarikan diri” dari istana dengan menyamar sebagai lelaki. Beberapa versi melunakan “pemberontakan” atau kemarahan Candrakirana ini, dengan cara Candrakirana lenyap dari istana oleh Batara Kala dengan datangnya angin topan di Daha. Versi ini ingin menunjukan bahwa tak pantas seorang putri istana lari dari keputrennya. Kalau itu terjadi, tentu kehendak Dewa, bukan kehendak sendiri.
Baik saudara-saudara Panji maupun adik Candrakirana, ikut kabur dari istana, masing-masing mencari saudaranya, dan menyamar pula. Candrakirana menyamar sebagai Kuda Semirang. Panji sebagai Kelana Edan. Dalam penyamaran dan pencarian itu, putera-putera raja empat Negara banyak menaklukan Negara-negara lain. Akhirnya Kuda Semirang dan Kelana Edan bertemu mengabdi pada Gegelang. Kebetulan Gegelang adalah satu-satunya Negara yang mempunyai seorang puteri yang belum dipertunangkan, sehingga raja Socawindu melamar puteri tersebut untuk dikawinkan dengan puteranya. Kalau lamaran ditolak, maka Socawindu akan menyerang Gegelang beserta lima orang raja lain yang masih bersaudara dengannya. Ketika Socawindu menyerang Gegelang, Kuda Semirang dan Inu Kertapati menghadang mereka dan berhasil mengalahkan Socawindu. Sementara itu, panji, sebelum penyerangan Socawindu, telah bertemu dengan Candrakirana dan jatuh cinta padanya. Juga ketika keduannya menyamar, Candrakirana sebagai Semirang, Panji tetap tak dapat dipisahkan dengan Semirang. Seluruh cerita berakhir bahagia, karena putera-puteri keempat Negara sudah saling bertemu bersamaan dengan bertemunya Panji-Candrakirana. Maka kini bersatulah keempat kerajaan Jawa itu, karena masing-masing menjadi pasangan suami isteri, dengan “pusat” di Janggala atau Kahuripan (pasangan Panji-Candrakirana). Kalau secara kosmologi Jawa, maka kini lengkaplah terbentuk Negara kesatuan dengan pola empat kiblat kalimo pancer.
Sekiranya begitulah cerita mengenai tari topeng panji ini, semoga kalian tidak bosan membacanya ya, terimakasih...

Kamis, 26 Desember 2019

8 macam topeng beserta maknanya

                                             8 macam topeng beserta maknanya



Mungkin kalian sudah tahu sedikit tentang tari topeng bukan? Atau bahkan menonton pertunjukannya serta ikut mempelajari, tapi apakah kalian tau macam-macam topeng serta apa saja makna yang terkandung didalamnya. Yuk kita cari tahu...
Macam-macam topeng ada delapan berdasarkan kebudayaan tari topeng dari Indramayu yang dipopulerkan oleh Mimi Rasinah, pada masa orde lama hingga puncaknya pada masa orde baru. Tari topeng Indramayu ini merupakan perkembangan dari kebudayaan tari topeng Cirebon yang memiliki lima macam topeng.
Secara semiotika kita bisa mengkaji macam-macam topeng dari beberapa sudut pandang yang bisa diakses oleh indra kita sebagai manusia. Adakah tanda dan lambang kehidupan manusia pada kebudayaan tari topeng ini?
Di dalam semiologi Roland Barthes dan para pengikutnyamengatakan bahwa denotasi adalah makna sebenarnya sesuai kamus. Konotasi adalah makna ganda yang lahir dari pengalaman cultural dan personal.
Konotasi yang menetap pada suatu komunitas bisa berakhir menjadi mitos. Ketika kekuatan mayoritas memberi konotasi tertentu kepada suatu hal secara tetap sehingga lama kelamaan menjadi mitos (makna yang membudaya).
Berikut beberapa macam topeng yang akan kita bahas ya teman-teman...
1. Topeng Panji
Topeng panji adalah topeng pertama yang keluar disaat pertunjukan tari topeng. Topeng panji berwarna putih keluar bersamaan gemericik ramainya suara gamelan-gamelan yang ditabuh para catrik (penabuh gamelan). Gerakan si penari dengan topeng panji perlahan, polos dan lembut serta tak banyak olah gerak. Secara konotasi bisa dimaksudkan bahwa topeng panji itu perumpamaan kelahiran seorang manusia. Manusia yang baru lahir sebagai anak-anak yang tidak banyak gaya atau tingkah, ia juga tidak dipenuhi hasrat dan nafsu seperti orang dewasa.Kelahirannya ditandai dengan gemericik ramai suara gamelan yang artinya lahir ditengah dunia yang telah ramai dengan berbagai hal. Warnanya putih karena jiwa anak-anak pada awalnya bersih, seperti yang kita ketahui bahwa anak yang baru lahir itu bagai sehelai kertas putih kosong.
2. Topeng Samba putih
Topeng samba putih, merupakan topeng kedua yang keluar dalam pertunjukan tari topeng Indramayu. Ini perumpamaan masa remaja seorang manusia. Topeng ini digambarkandengan mata yang mulai terbuka dan gigi yang terlihat, itu merupakan gambaran bahwa dia telah melihat dunia dan telah terpengaruh oleh lingkungan. Gigi serta mulutnya yang mulai terbuka kecil menunjukan hasrat dan nafsunya mulai keluar. Setiap perkataannya bisa mengandung hasrat dan nafsu yang segera akan berubah menjadi tindakan, kemudian menjadi karakter setelah biasa dilakukan.
3. Topeng samba abang
Topeng samba abang, berwarna merah muda. Gambaran topeng ini matanya cukup terbuka dan mulutnya cukup terbuka juga. Topeng ketiga yang keluar ini menggambarkan sosok manusia yang sudah dewasa(balig). Warna topengnya merah muda menggambarkan nafsu dan hasratnya telah matang. Pada masa ini hasrat dan nafsu tidak bisa ditahan, tetapi bisa dialihkan. Mengapa hasrat dan nafsunya tidak bisa ditahan? Karena hasrat dan nafsu adalah fitrah manusia (sifat manusia). Warna merah muda artinya tidak sepenuhnya merah. Menggambarkan bahwa hati manusia tidak pernah benar-benar sepenuhnya dikuasai oleh nafsu, selalu ada rasa kemanusiaan yang masih tersimpan di hati manusia. Sejatinya jiwa dan ruh manusia itu bersifat baik, hanya saja raga manusia mempunyai sifat keduniawian.
4. Topeng tumenggung
Topeng tumenggung, Topeng ini digambarkan dengan mata yang terbuka lebar, berwarna coklat dan berkumis.Dari namanya tumenggung menandakan bahwa manusia pada fase ini sedang pada masa kejayaannya. Artinya berkuasa atas dirinya sendiri, tidak ada larangan dari siapapun kecuali dari dalam dirinya yang berasal dari kesadara sepritual berupa etika dan agama. Pada fase ini manusia seringkali mengalami puber kedua. Mengapa bisa terjadi puber kedua? Karena pada fase ini manusia benar-benar ada dalam kondisi prima (masa produktif).Kondisi prima sangat mendukung godaan-godaan duniawi yang datang silih berganti. Tentu saja rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba tidak bisa ditahan saat situasi dan kondisi mendukung.
Topeng tumenggung berwarna coklat merupakan kombinasi dari warna merah dan hijau.Hijau menggambarkan kesuburan (kekayaan) dan merah menggambarkan hasrat dan nafsu. Saat manusia memiliki kekuasaan dan kekayaan (tahta dan harta), godaan duniawi semakin berat. Banyak orang tidak mampu mengontrol godaan duniawi pada fase ini.
5. Topeng kelana gendrung
Topeng kelana gendrung berwarna merah dengan matanya yang melotot, mulutnyamenganga dan giginya besar,berkumis dan rambutnya terlihat tebal. Topeng kelana gendrungadalah gambaran manusia yang sedang kebingungan mencari kebenaran. Terkadang ia mengejar-ngejar hasrat dan nafsunya, kemudian menyesalinya. Ia mengulangi kesalahannya dan menyesalinya lagi dan lagi. Gerakan tarian topeng kelana gendrung sangat lincah dan berenergi. Gerakannya maju, mundur dan berputar, menggambarkan kebingungan seorang manusia karena tidak mampu mengenali jati dirinya. Saat manusia tidak mengenal jati dirinya dapat dipastikan ia tidak mampu mengendalikan macam-macam hasrat dan nafsu yang ada pada dirinya. Fase ini biasanya terbatas dan tidak berlangsung lama, karena manusia dibatasi oleh umur. Saat umur bertambah dan tubuh sudah tidak dalam keadaan prima lagi, hasrat dan nafsu pun tidak mendapat kendaraan (tubuh) yang mendukung. Terkadang fase ini juga dihentikan oleh tubuh yang mendadak sakit. Tidak sedikit manusia yang meninggal pada fase ini karena telah menempuh jalan salah. Walau mata topeng kelana genderung melotot, tetapi tidak diartikan bahwa ia bisa melihat dunia ini dengan jelas. Matanya melotot karena ia ingin benar-benar melihat dunia ini, tetapi dunia ini penuh tipu daya. Artinya ia tertipu dengan apa yang dia lihat. Dia melupakan akhirat yang seharusnya ia lihat.
6. Topeng kelana udeng
Topeng kelana udeng berwarna merah tua, bentuknya wajah topengnya hampir sama dengan topeng kelana genderung, hanya warnanya yang berbeda. Warna topeng ini menggambarkan manusia yang sudah mulai beranjak tua. Gerak tarian topeng ini mulai mengurangi kelincahan tetapi masih berenergi, menggambarkan manusia yang hampir habis masa produktifnya. Energinya masih terlihat karena pada masa ini biasanya manusia menaruh harapan yang besar pada anaknya yang sudah beranjak dewasa (baligh).
7. Topeng rumyang
Topeng rumyang berwarna putih kemerah merahan, matanya menjadi sayu (sipit).  Topeng ini menggambarkan manusia yang sudah cukup tua, dan masa produktifnya benar-benar habis. Warnanya kembali putih karena ia mulai sadar bahwa ia menjadi tua dan segera habis waktunya di dunia. Tetapi warnannya agak kemerah-merahan, menunjukan sisa-sisa perbuatannya semasa muda yang penuh hasrat, nafsu dan angkara.
8. Topeng kiprah
Topeng kiprah berwarna putih, matanya kembali terbuka lebar. Topeng ini menggambarkan keadaan manusia yang sudah bertobat, dilambangkan dengan warnanya yang kembali ke warna putih seperti topeng panji yang pertama. Namun topeng kiprah ini matanya terbuka cukup lebar, matanya menggambarkan ia melihat dunia dan akhirat secara seimbang. Ketika seorang manusia telah bertobat, ia akan sering mengingat kematian. Karena sering mengingat kematian ia akan mencari tahu kehidupan setelah kematian (akhirat). Jadi pada fase ini, biasanya manusia merasa dekat dengan kematian, karena fase ini biasanya dialami orang yang benar-benar tua umurnya. Tentu saja semakin tua umur manusia, ia akan semakin sadar bahwa ia semakin mendekati kematian. Ketika ia sadar akan dekatnya kematian, ia akan mengatasi rasa takutnya menghadapi kematian dengan berbuat baik dan bertobat.
Topeng panji sampai topeng kiprah menggambarkan perjalanan hidup manusia dan perjalanan spiritual manusia. Semua manusia akan mengalami proses perjalanan yang sama, hanya saja waktu dan jalannya bervariasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebudayaan tari topeng ini mengandung makna yang begitu luhur. Membuktikan bahwa kebudayaan Indonesia sangat luhur dan mengandung nilai falsafah yang teramat dalam. Dikatakan juga, untuk mengukur peradaban suatu bangsa, kita bisa melihat dari kebudayaan bangsa tersebut. Tari topeng ini adalah salah satu bukti luhurnya peradaban nenek moyang bangsa Indonesia.
Nah, sampai sini kita jadi lebih mengetahui bukan apa saja sih macam-macam topeng yang biasa digunakan saat pertunjukan tari topeng. Semoga kita selalu mau untuk mempelajari serta ikut serta dalam menjaga budaya kita sendiri. Terimakasih sudah membaca ya teman-teman...

Rabu, 18 Desember 2019

Upaya melestarikan budaya daerah

Upaya melestarikan budaya daerah



Apasih budaya itu? Beberapa dari kalian pasti masih bertanya-tanya arti kata tersebut walaupun sudah seringkali mendengarnya. Jadi, Kata budaya itu sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa Sansekerta budhayah. Kata tersebut adalah bentuk jamak dari kata budhi yang mempunyai arti akal atau budi. Untuk pengertian lengkapnya, budaya adalah sebuah sistem yang ada dalam suatu masyarakat dan budaya tersebutlah yang mengatur kehidupan masyarakat tersebut sehingga mereka mempunyai hukum, tata cara hidup, dan lainnya. Kemudian, sistem yang ada ini kemudian diturunkan ke generasi berikutnya sehingga lahirlah kebudayaan sebagai hasil adanya budaya. Karena budaya ini merupakan warisan dari nenek moyang dan telah turun-temurun diwariskan, maka budaya haruslah dijaga dengan baik. Begitupun dengan budaya Indonesia yang terkenal sangat beragam dari Sabang sampai Merauke.
Beragamnya budaya Indonesia dapat terlihat dari banyaknya tarian daerah, bahasa daerah, kesenian daerah, dan juga ritual-ritual daerah yang berbeda-beda setiap sukunya, dan menurut catatan ada lebih dari 1300 suku dan lebih dari 500 bahasa daerah yang ada di Indonesia. Namun, sayangnya budaya Indonesia mulai memudar. Terbukti dengan adanya suku-suku yang hampir punah seperti suku yang ada di Kepulauan Mentawai, bahkan telah ada beberapa suku yang telah punah. Punahnya suku-suku tersebut jelas disebabkan karena budaya suku yang tidak dilestarikan lagi. Lalu, bagaimana cara melestarikan budaya tersebut? Anda dapat menyimak penjelasannya pada paragraf di bawah ini.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya yang telah ada. Hal pertama yang dapat dilakukan ialah mengenali budaya yang ada. Dengan mengenal budaya anda, paham apa saja budaya yang diwariskan nenek moyang, anda akan lebih mudah untuk melestarikan budaya anda karena anda telah benar-benar memahami sehingga mengerti bagaimana cara untuk menjaga budaya tersebut.
Mengenali budaya sendiri itu ada berbagai cara seperti berikut :
1. Mencari tahu tentang budaya sendiri.
Anda bisa mendapatkan informasi tersebut melalui bermacam-macam literatur seperti buku, ensiklopedi, atau bisa juga melalui surat kabar. Apalagi, saat ini, banyak literatur yang membahas mengenai budaya dan kebudayaan sehingga anda akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi mengenai budaya anda. Selain dari literatur cetak, anda pun dapat mempelajari tentang budaya melalui internet. Dengan perkembangan teknologi yang makin pesat karena pengaruh globalisasi.
2. Mengikuti kegiatan budaya.
Untuk dapat mengenal budaya yang ada di daerah anda, setelah mempelajari tentang budaya anda, mengikuti kegiatan budaya merupakan langkah yang tepat. Jika anda mengikuti kegiatan budaya ini, tentu saja anda akan lebih cinta terhadap budaya yang ada. Dalam mengikuti kegiatan budaya, sebaiknya anda terlibat langsung di dalam sebuah kontes misalnya sebab jika anda hanya mengikuti kegiatan budaya sebatas sebagai penonton atau peserta saja, anda tidak akan mendapatkan pengalaman yang mengesankan. Misalnya saja anda ingin mengikuti kegiatan budaya Banyumas seperti pementasan kentongan. Akan lebih baik jika anda menjadi pemain kentongan tersebut sebab anda akan lebih merasakan euforia kebudayaan anda. Selain itu, terlibat langsung dalam kegiatan budaya juga akan menambah kecintaan anda pada budaya anda tersebut. Anda pun akan mendapatkan sebuah pengalaman baru yang tentu saja tidak dapat dilupakan sebab kegiatan kebudayaan biasanya digelar dalam acara tertentu.
3. Bergabung dalam komunitas.
Ada berbagai hal yang akan anda dapatkan disini. Pertama, anda bisa lebih mengenal budaya anda sebab dalam sebuah komunitas, akan ada beberapa tokoh kebudayaan yang sering berkunjung untuk menambah pengetahuan anda atau bisa juga mereka bertukar pikiran dengan anda dan anggota komunitas lain Lalu, untuk mempererat tali persaudaraan dan kekompakan dalam melestarikan budaya, sebuah komunitas akan membuat acara tertentu yang bertemakan budaya anda. Sama halnya dengan poin sebelumnya, ini merupakan hal yang sangat menguntungkan anda sebab anda bisa mempelajari bagaimana budaya anda dari acara tersebut.
Setelah anda mengenal betul budaya anda, mulai dari sejarahnya sampai macam-macam kebudayaan yang lahir dari budaya tersebut, langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah memberikan pengajaran kepada orang lain agar akan ada makin banyak orang yang mengenal budaya tersebut. Dalam hal ini, ada beberapa pilihan yang bisa anda lakukan yaitu mengajar di sekitar lingkungan anda atau mengajar di sekolah.

Berikut beberapa contoh tindakan yang dilakukan dalam rangka ikut serta mempertahankan budaya :
1. Mengajar di lingkungan sekitar.
Kita bisa membuka kelas atau sanggar tari di lingkungan rumah dengan bantuan masyarakat desa. Sebagai contoh seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu sanggar seni tari yang ada di daerah kawasan bima, yaitu sanggar manunggaling dharmasastra.
2. Mengajar di Sekolah.
Saat ini, sekolah tidak hanya untuk belajar tentang ilmu pengetahuan saja, namun kita bisa berkreasi serta menunjukan bakat, melalui kegiatan sepulang sekolah seperti estrakulikuler. Dengan diadakannya ekstrakulikuler tari saja, kita bisa menjadi golongan yang tetap.mempertahahankan budaya sendiri.
3. Memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas bahkan luar negeri.
Dengan cara memposting beberapa kegiatan di sosial media adalah cara yang tepat. Karena zaman sekarany kita bisa mengelilingi dunia dan mengetahui segala informasi tentang dunia hanya melalui smartphone dan juga internet.
Selain itu, mengenakan produk lokal ketimbang produk luar negri sangat membantu mengenalkan budaya kita sendiri kepada masyarakat luas.
Mengekspor barang kerajinan ke luar negri dapat meningkatkan kesejahteraan Indonesia serta membuat Indonesia semakin terkenal di luar negri.
Tidak berpengaruh pada budaya asing, kita dapat memilah dan memilih budaya mana yang harus kita terima sebagai arus globalisasi. Tidak bisa dihindari memang namun kita tetap bisa menyaring terlebih dahulu mana budaya yang dapat diterima dengan baik atau bahkan yang dapat mempengaruhi kehidupan kita semakin buruk.
Menjadikan budaya sebagai identitas diri, kita memang harus bangga dengan budaya kita sendiri dimanapun kita berada.
Nah, sekarang sudah tahu bukan apa saja sih usaha kita yang dapat dilakukan untuk mempertahankan budaya kita sendiri. Jadi jangan lupa ya kita harus melestarikan budaya kita sendiri teman-teman...



Senin, 16 Desember 2019

Aneka tarian di Indonesia

                                                      Aneka tarian di Indonesia



Kita haruslah bangga menjadi warga negara Indonesia. Karena negara Indonesia adalah negara yang memiliki banyak kebudayaan. Dari sabang hingga merauke, setiap daerah memiliki kebudayaannya masing-masing. Salah satunya adalah tarian. Setiap daerah memiliki satu bahkan lebih tarian yang mewakili kebudayaan daerah tersebut. Nah disini kita akan memberikan beberapa informasi mengenai Tarian Tradisional dan Tarian Kreasi Baru yang ada di Indonesia.
Kita harus tahu dulu ya apa itu tarian tradisional, Tarian tradisional adalah tarian yang dimiliki oleh suatu daerah, dan tarian itu masih dijaga dari dulu hingga sekarang. Tarian Tradisional di Indonesia.
Berikut adalah contoh-contoh dari tarian tradisional yang ada di Indonesia :
1. Tari Bedhaya Ketawang
Tarian ini yang memiliki makna bahwa penari wanita yang berasal dari negri istana langit. Awal mulanya, tarian ini biasanya hanya untuk acara resmi yaitu menghibur rakyat. Tarian Bedhaya Ketawang ini dilakukan oleh sembilan orang penari wanita. Sembilan wanita ini melambangkan wali songo ataupun arah dari mata angin. Penari-penari ini mengenakan kostum pengantin adat jawa beserta aksesoris nya. Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian ini adalah gendhing ketawang atau bisa juga oleh alat musik tradisional seperti gamelan.
2. Tari Ronggeng
Adalah tarian yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Tarian ini memiliki ciri khas yaitu pada gerakannya. Karena gerakannya mengandung unsur sensual. Asal mula tarian ronggeng ini adalah tarian yang digunakan untuk upacara, yaitu upacara meminta kesuburan tanah dan diringi oleh alat musik rebab dan gong.
3. Tari Kecak
Siapa yang tidak mengetahui tarian kecak? Semua pasti sudah tahu. Tari kecak adalah tarian dari daerah Bali. Tarian ini menjadi ciri khas dari daerah Bali. Tari Kecak menceritakan tentang Ramayana, penarinya adalah laki-laki. Tarian kecak ini adalah karya dari Wayan Limbak dan Pelukis Jerman bernama Walter Spies tahun 1930 an.
4. Tari Lilin
Adalah tarian khas dari daerah Sumatera Barat. Tari tradisional dari Sumatera Barat ini berasal dari istana pada zaman dahulu. Para penari tarian ini menggunakan piring kecil yang terdapat lilin menyala diatasnya. Tarian ini biasa dimainkan pada malam hari. Menurut sejarah yang berkembang di masyarakat, tarian ini bermula dari kisah seorang gadis yang telah ditinggalkan oleh tunangannya. Selama ia ditinggalkan, gadis itu kehilangan cincin tunangannya. Gadis itu mencari-cari cincinnya sampai malam hari. Gadis itu menggunakan lilin yang berada diatas piring kecil. Saat ia mencari, gerakan tubuhnya yang gemulai, berdoa, dan membungkuk begitu indah. Sehingga menjadikannya sebuah gerakan tarian oleh gadis-gadis desa. Alat musik yang biasanya mengiringi tarian ini adalah biola, gong, kenong, bonang,dan gitar.
5. Tari Saman
Adalah tarian yang berasal dari daerah Aceh. Tarian ini berasal dari suku Gayo dan ditampilkan untuk merayakan peristiwa penting dalam adat di Aceh. Dalam beberapa cerita, dikatakan bahwa tarian saman ini dikembangkan oleh Syekh Saman. UNESCO telah menetapkan tarian saman sebagai daftar representatif budaya tak benda warisan manusia dalam komite ke-6 yaitu komite antar pemerintah untuk perlindungan warisan budaya tak benda pada 24 November 2011.
6. Tari Angsa
Adalah tarian dari daerah Jawa Tengah. Tarian ini bercerita tentang keagungan seorang dewi yang didampingi oleh sekelompok penari angsa. Tarian angsa ini biasanya dilakukan berpasang-pasangan. Gitar, gendang, dang degung adalah alat musik yang mengiringi tarian ini.
7. Tari Serimpi
Adalah tarian tradisional dari daerah Yogyakarta. Asal mulanya, tarian serimpi ini hanya digunakan untuk acara pergantian raja di istana Jawa Tengah. Tarian ini biasanya dimainkan oleh 4 orang penari wanita. Ada makna dibalik empat penari itu, yakni unsur api, angin, air, dan bumi. Tetapi, seiring dengan perkembangan zaman. Anggota penari bertambah menjadi lima. Pakaian atau kostum yang biasa digunakan adalah pakaian pengantin putri keraton. Dan alat musik yang mengiringi tarian ini adalah musik tradisional gamelan.
Nah, itu dia beberapa contoh dari tarian tradisional yang ada di negara tercinta kita, yaitu Indonesia. Sekarang kita bahaa tentang beberapa tarian modern di Indonesia yuk teman-teman...
Sebelum itu, kita harus tau dulu nih maksud dari tarian modern. Tarian modern atau biasa juga disebut tari kreasi baru adalah jenis tarian baru yang memiliki kebebasan dalam penciptaannya. Para koreografi bisa mendapat ispirasinya dari daerah-daerah dan mencampurkannya dengan gerakan tarian modern. Serta tarian ini mengikuti perkembangan zaman.
Berikut adalah beberapa contoh dari tarian modern yang ada di Indonesia :
1. Tari Kuntulan
Tari Kuntulan adalah tarian dari masyrakat daerah Pemalang. Mulai dikenal sejak abad ke 20 yaitu pada saat di Indonesia banyak muncul pergerakan kebangsaan. Dalam tarian ada unsur gerakan-gerakan pencak silat. Perpaduan jurus bela diri terlihat sangat artistik.
2. Tari Merak
Tari Merak adalah ragam tarian kreasi baru yang menceritakan kehidupan binatang yaitu sesuai namanya (Burung Merak). Seniman Sunda Raden Tjetje Somantri yang mengatur tata cara dan gerak yang mengangkat dari kehidupan burung merak. Merak adalah binatang yang bulunya halus, sebesar ayam dan ada seperti mahkota dikepalanya. Pakaian yang dipakai oleh penari memiliki motif seperti bulu merak. Dasar kain dan warna kain melukiskan warna dari bulu merak. Tarian ini biasanya ditarikan berbarengan . Lagu yang mengiringinya adalah lagu macan ucul. Ada banyak tarian kreasi baru yang diciptakan oleh Raden Tjetje, namun tampaknya tarian merak inilah yang paling terkenal di Indonesia dan luar negri.
3. Tari Banjar Kemuning
Tari Banjar Kemuning adalah tarian yang diciptaka oleh Agustinus . Tari ini terinspirasi dari desa yang terletak di daerah Sidoarjo. Desa ini adalah daerah pesisir, dan semua masyarakatnya menggantungkan kelangsungan hidupnya menjadi nelayan. Dan tarian ini menceritakan kehidupan istri dari para nelayan yang begitu tegar. Kostum tarian banjar kemuning ini adalah rok yang bisa melebar, atasan tali leher serta cunduk melintang hingga sanggul kepala. Warna kostumnya adalah warna biruu-kuning. Tetapi kini telah dimodifikasi dengan warna lainnya seperti pink dan ungu. Tarian ini berbeda dengan tarian biasanya, tarian ini sangat sedikit mengenakan aksesoris.
4. Tari Rara Ngingel
Tari Rara Ngingel ini adalah tarian yang dikoreografikan oleh Ida wibowo. Tarian ini menceritakan tentang seorang gadis yang menuju dewasa. Tarian ini ditarikan oleh wanita, tetapi juga bisa ditarikan berpasangan antara wanita dan pria. Gerakan tari Rara Ngingel ini begitu lembut, dan terinspirasi dari gerakan tari Yogyakarta. Dan gerakan yang tegas terinspirasi dari gerak Jawa Barat. Kostum yang dikenakan adalah percampuran dari budaya cina dan jawa. Dapat dilihat dari tusuk konde yang khas di pakai di kepala.
5. Tari Nguri
Tari Nguri adalah tarian kreasi baru yang bertemakan tentang penyambutan dan persembahan. Tarian ini awalnya mengenai suasana kehidupan kerajaan sumbawa. Beberapa wanita akan datang untung menghibur Raja yang sedang ditimpa duka. Seiring berkembangnya zaman, tarian ini menjadi tarian untuk penyambutan tamu dari pusat atau tamu penting. Gerakan yang tampak jelas pada tarian ini yaitu gerak ranat, linting, sere, basalunte, dan lain-lain.
6. Tari manuk rawa
Tarian ini adalah tarian yang diciptakan oleh I wayan Dibia dan I wayan Beratha. Tarian ini dimainkan oleh lima sampai tujuh orang wanita. Tarian ini menggambarkan tentang kehidupan atau perilaku dari burung manuk. Gerakannya mengambil dari gerakan tari klasik Bali dan dikombinasikan dengan gerak tari Jawa dan Sunda.  Tarian ini adalah tarian yang mengisahkan burung yang di rawa. Tarian ini ditampilkan pada pesta kesenian bali pada tahun 1980.
Nah itu dia teman-teman, beberapa contoh dari tarian-tarian yang ada di Indonesia. Sebenarnya ada banyak sekali tarian tradisional dan tarian kreasi baru yang ada di Indonesia. Namun ini hanya beberapa yang kita sebutkan. Setiap daerah memiliki ciri khas dan keunikan tariannya masing-masing. Kita haruslah bangga karena memiliki kekayaan alam dan juga kekayaan budaya terutama tarian. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian yang sedang mencari dan ingin mengetahui tentang tarian tradisional dan tarian kreasi baru yang ada di Indonesia. Selain itu semoga kita semua bisa ikut serta dalam mempertahankan budaya yang ada di negara tercinta kita ini yaitu Indonesia.

Minggu, 08 Desember 2019

JENIS TOPENG DI INDONESIA





1.Topeng Cirebon
Penduduk desa yang tersebar di sekitar Cirebon hanyalah pewaris dan bukan penciptanya.Penduduk desa ini adalah juga penerus dari para penari Keraton Cirebon yang dahulumemeliharanya. Penari-penari dan penabuh gamelan Keraton pada jaman penjajahanBelanda mata pencaharian semakin sulit sehingga harus mencari sumber hidupnya di rakyatpedesaan.

Topeng Cirebon yang semula berpusat di Keraton-keraton, kini tersebar di lingkungan rakyat petani pedesaan. Dan seperti umumnya kesenian rakyat, maka Topeng Cirebon juga dengan cepat mengalami transformasi-transformasi. Proses transformasi itu berakhir dengan
keadaannya yang sekarang, yakni berkembangnya berbagai “gaya” Topeng Cirebon, seperti
Losari, Selangit, Kreo, Palimanan serta berkembang di pelosok-pelosok Kecamatan antara lain : Klangenan, Plumbon serta Arjawinangun, sedangkan di Kota Cirebon sendiri sudah tergeserkan oleh kesenian yang lebih modern. Namun demikian masih terlihat adanya kultur Kraton yang mengajarkan adab kebangsawanan dalam pementasannya yang berbaur dengan kultur rakyat yang sederhana dilihat dari pakaian yang dikenakan para penarinya.

Dalam pengangkatan cerita dalam pementasan adalah cerita Panji dalam lima siklus karakter kehidupan, antara lain :


                     
1. Panji
 –tahap kelahiran,

2. Samba ( Pamindo )
 –tahap kanak-kanak,

3. Rumyang
 –tahap dewasa,

4. Tumenggung ( Patih )
 –tahap memperoleh kedudukan dalam masyarakat,

5. Ruwana ( Rahwana ) dan Klana
 –tahap manusia yang telah dikuasai berbagai nafsu.
 Dalam pengangkatan karakter topeng sangat  terekpresi oleh pola-pola gerakan tubuh para penari, sehingga tari topeng Cirebon ini sangat indah dalam pementasannya.



2.Topeng Jogja
Dalam pagelaran Wayang Wong yang di ciptakan oleh Hamengku Bhuwono I ( 1755-1792 ) dalam pengekspresian karakter gerak tari tokoh-tokoh wayang untuk peran kera dan raksasa dalam pentas Ramayana maupun Mahabharata pemainnya dilengkapi dengan pemakaian topeng, sedangkan untuktokoh satria dan wanita tidak mengenakan topeng.
Dalam pementasan Wayang Orang Gedog punakawan Pentul dan Tembem mengenakan topeng separuh muka sehingga dapat berdialog secara leluasa tanpa mengangkat topeng. Lain halnya dengan pementasan ceritera Panji para pemainnya mengenakan topeng dengan cara agak direnggangkan sedikit sehingga pemain dapat mengucapkan antar wacananya.Pada topeng gaya Yogyakarta kumis dibuat dengan cara menyungging warna hitam.




3.Topeng Surakarta
 Topeng gaya Surakarta hampir sama dengan gaya Yogyakarta hanya terdapat perbedaan padakumisnya yang terbuat dari bulu. Tokoh punakawan Bancak dan Doyok juga mengenakan topengseparuh muka seperti gaya Yogyakarta.



4.Topeng Bali
Di Bali topeng juga adalah suatu bentuk dramatari yang semua pelakunya mengenakan topeng dengancerita yang bersumber pada cerita sejarah yang lebih dikenal dengan Babad.
Dalam membawakan peran-peran yang dimainkan, para penari memakai topeng bungkulan(yang menutup seluruh muka penari), topeng sibakan (yang menutup hanya sebagian muka dari dahi hingga rahang atas termasuk yang hanya menutup bagian dahi dan hidung). Semuatokoh yang mengenakan topeng bungkulan tidak perlu berdialog langsung, sedangkan semuatokoh yang memakai topeng sibakan memakai dialog berbahasa kawi dan Bali.

Tokoh-tokoh utama yang terdapat dalam dramatari Topeng terdiri dari Pangelembar (topeng Keras dan topeng tua), Panasar (Kelihan - yang lebih tua, dan Cenikan yang lebih kecil), Ratu (Dalem dan Patih) dan Bondres (rakyat). Jenis-jenis dramatari topeng yang ada di Bali adalah:

1. Topeng Pajeganyang ditarikan oleh seorang aktor dengan memborong semua tugas-tugasyang terdapat didalam lakon yang dibawakan.

2. Topeng Sidakarya Di dalam topeng Pajegan ada topeng yang mutlak harus ada, yaknitopeng Sidakarya. Oleh karena demikian eratnya hubungan topeng Pajegan dengan upacarakeagamaan, maka topeng ini pun disebut Topeng Wali. Dramatari Topeng hingga kini masihada hampir diseluruh Bali

3. Topeng Pancayang dimainkan oleh empat atau lima orang penari yang memainkan peranan yang berbeda-beda sesuai tuntutan lakon,

4. Topeng Prembon yang menampilkan tokoh-tokoh campuran yang diambil dari Dramattari Topeng Panca dan beberapa dari dramatari Arja dan Topeng Bondres, seni pertunjukantopeng yang masih relatif muda yang lebih mengutamakan penampilan tokoh-tokoh lucu untuk menyajikan humor-humor yang segar.

Nama Arja di duga berasal dari kata Reja (bahasa sansekerta) yang berarti keindahan. Arja adalah semacam opera khas Bali, merupakan sebuah dramatari yang dialognyaditembangkan secara macapat. Dramatari Arja ini adalah salah satu kesenian yang sangat digemari di kalangan masyarakat.

 Arja diperkirakan muncul pada tahun 1820an, pada masa pemerintahan raja Klungkung I Dewa Agung Sakti. Tiga fase penting dalam perkembangan Arja adalah:

• munculnya Arja Doyong (Arja tanpa iringan gamelan, dimainkan oleh satu orang).

• Arja Gaguntangan (yang memakai gamelan Gaguntangan dengan jumlah pelaku lebih dari
satu orang).

• Arja Gede ( yang dibawakan oleh antara 10 sampai 15 pelaku dengan stru
ktur pertunjukanyang sudah baku seperti yang ada sekarang).

Sumber lakon Arja yang utama adalah cerita Panji (Malat), kemudian lahirlah sejumlah ceritaseperti Bandasura, Pakang Raras, Linggar Petak, I Godogan, Cipta Kelangen, Made Umbara,Cilinaya dan Dempu Awang yang dikenal secara luas oleh masyarakat.

 Arja juga menampilkan lakon-lakon dari cerita rakyat seperti Jayaprana, Sampik Ingtai, Basurdan Cupak Grantang serta beberapa lakon yang diangkat dari cerita Mahabharata danRamayana. Lakon apapun yang dibawakan Arja selalu menampilkan tokoh-tokoh utama yangmeliputi Inya, Galuh, Desak (Desak Rai), Limbur, Liku, Panasar, Mantri Manis, Mantri Buduhdan dua pasang punakawan atau Panasar kakak beradik yang masing - masing terdiri dariPunta dan Kartala. Hampir semua daerah di Bali masih memiliki grup-grup Arja yang masihaktif.

Menjelang berakhirnya abad XX lahir Arja Muani, pemainnya semua pria, sebagianmemerankan wanita. Arja ini disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat karena,menghadirkan komedi segar.


Tari Topeng Bali
 mempunyai ciri tarian tersendiri. Dengan iringan irama gamelan yang khas mempertunjukkan drama tari namun tidak mengangkat kisah-kisah dalam pewayangan. Wujud tarian dapat dibagi dalam bentuk 2 jenis, yaitu :

1. Topeng Pajegan – penarinya hanya satu orang namun dalam pementasan membawakan berbagai macam topeng yang secara berturut-turut dipakai/diganti diatas pentas dan menari sesuai dengan karakter topeng yang sedang dipakai.

2. Topeng Panca – tari ini merupakan pengembangan dari tari Topeng Pajegan dengan penambahan pemain menjadi 5 orang




TARI TOPENG BETAWI adalah salah satu tarian adat masyarakat betawi di Jakarta  yang menggunakan topeng sebagai ciri khasnya. Tarian ini merupakan perpaduan antara seni tari, music, dan nyanyian. Seperti pertunjukan teater atau opera, penari menari dengan di iringi suara music dan nyanyian. Tari Topeng Betawi lebih bersifat teatrikal dan komunikatif lewat gerakan. 

Tari Topeng Betawi awalnya di pentaskan secara berkeliling oleh para seniman. Mereka biasanya di undang sebagai  pengisi hiburan dalam acara seperti pesta pernikahan, khitanan, dan lainnya. Menurut kepercayaan masyarakat betawi, tarian ini bisa menjauhkan dari mara petaka. Namun seiring dengan perubahan jaman, kepercayaan itu mulai luntur dan menjadikan tarian ini hanya hiburan dalam acara saja. Namun walaupun kepercayaan itu mulai hilang, tarian ini tetap di adakan untuk memeriahkan pesta atau acara adat.



Sabtu, 07 Desember 2019

ASAL-USUL TARI TOPENG

                                                       ASAL-USUL TARI TOPENG



Halo teman-teman, disini saya akan menjelaskan tentang asal-usul tari topeng di Cirebon.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang amat luas. Oleh sebab itu Indonesia memiliki berbagai macam daerah beserta adat istiadatnya serta budayanya yang amat cantik juga menarik. Salah satunya adalah tari topeng kacirebonan yang sudah amat melekat sebagai budaya di salah satu bagian daerah di Jawa barat.
Tari topeng adalah sebuah karya seni yang tercipta sebagai perwujudan atau ekspresi tentang konsep batin yang berhubungan dengan wajah. Di Indonesia sendiri, keberadaan karya seni purba ini telah begitu melekat dalam kebudayaan masyarakatnya.
Tari Topeng Cirebon, kini menjadi salah satu tarian yang sangat langka, karena Seni tari ini adalah warisan pada zaman Kerajaan Cirebon yang sering dipentaskan di kerajaan, Penari dan penabuh gamelan hidup berkecukupan karena ditanggung oleh Raja.
Namun raja-raja Cirebon  tak bisa terus menerus menghidupi kelompok kesenian karena kegiatan ekonominya diatur oleh pemerintah kolonial Belanda, sehingga saat itu para penari dan penabuh gamelan akhirnya mencari mata pencaharian dengan mbebarang  atau pentas keliling kampung.
Dahulu pada tahun 1980 an Seni tari Topeng ini sering di peragakan oleh sekelompok penari jalanan untuk mencari nafkah dan berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya di kota Cirebon.
Sejak itu, Tari Topeng Cirebon mulai dikenal di pedesaan. Grup-grup Tari Topeng Cirebon bermunculan dan beberapa grup tari topeng sibuk mbebarang  dari desa ke desa untuk memeriahkan hajatan. tapi entah mengapa saat ini sudah sangat jarang di peragakan oleh para grup tari keliling.
Jadi, Tari topeng Cirebon adalah salah satu tarian di wilayah kesultanan Cirebon, kesenian ini merupakan kesenian daerah asli Cirebon, termasuk Subang, Indramayu, Jatibarang Majalengka, Losari dan Brebes. Disebut tari topeng karna penarinya menggunakan topeng pada saat menari.

Tari topeng ini sendiri banyak sekali ragamnya dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan maupun cerita yang ingin disampaikan. Terkadang tari topeng ini dimainkan secara solo atau sendirian, namun bisa juga dimainkan oleh beberapa orang sesuai dengan kebutuhan.
Perlu kalian ketauhi nih teman-teman, seorang penulis bernama Thomas Stamford Raffles dalam bukunya menjelaskan bahwa kesenian topeng Cirebon merupakan penjabaran dari cerita Panji, dimana dalam satu kelompok kesenian topeng terdiri dari dalang, dan enam orang yang mementaskannya dan diiringi oleh empat orang yang memainkan gamelan.
Setelah saya melakukan observasi di salah satu sanggar tari di daerah Cirebon, tepatnya di daerah kawasan perumahan bima, saya mendapatkan informasi nih tentang bagaimana sih awal mula atau asal-usul tari topeng di Cirebon. Yuk disimak...
Konon pada mulanya, tari topeng Cirebon diciptakan oleh sultan Cirebon yang cukup terkenal, siapa lagi kalau bukan Sunan Gunung Jati. Jadi pada saat ia berkuasa di Cirebon, terjadi serangan oleh pangeran welang dari Karawang. Pangeran ini sangat sakti karna memiliki pedang bermama curug sewu. Dengan benda tersebut, sunan Gunung Jati tidak bisa menandinginya, walaupun sudah dibantu oleh sunan Kalijaga dan pangeran cakrabuana. Akhirnya pangeran Sunan Gunung jati berinisiatif untuk menandinginya melalui adu kesenian.
Berawal dari keputusan itulah kemudian terbentuk kelompok tari dengan Nyi Mas Gandasari sebagai penarinya. Setelah tarian itu terkenal, jatuh cintalah pangeran welang kepada Nyi Mas Gandasari kemudian ia menyerahkan pedang curug sewu itu kepada Nyi Mas Gandasari sebagai tanda cintanya. Dengan diberikannya pedang curug sewu tersebut, maka hilang pula kesaktian dari pangeran welang dan mengakui menyerah pada sunan Gunung Jati.
Pangeran welang pun berjanji untuk menjadi pengikut setia sunan Gunung Jati dan ditandai dengan digantinya nama pangeran welang menjadi pangeran Graksan. Seperti nama jalan di kota Cirebon ya... Hehehe.
Seiring dengan berjalannya waktu itulah tarian ini dinamakan tarian topeng. Dalam penggunaannya, biasanya penari topeng dapat berganti topeng hingga tiga kali. Biasanya yang awal menggunakan topeng warna putih, kemudian biru dan ditutup dengan topeng berwarna merah. Saat pergantian topeng, suara gamelan akan ditabuh lebih keras. Itu menandakan tentang perwatakan topeng yang diperankan.
Tari topeng ini memiliki arti yang banyak dalam setiap gerakannya. Pada awal mula tari topeng ini biasanya diawali dengan formasi membungkuk sebagai pertanda bahwa tarian akan segera dimulai, selain itu sebagai pertanda penghormatan kepada para penonton pertunjukan. Kemudian kaki penari yang melangkah maju-mundur dengan merentangkan tangan dan senyum kepada para penonton.
Kemudian dilanjut dengan gerakan membelakangi para penonton dengan menggerakan pinggulnya sambil mengenakan topeng yang berwarna putih. Setelah itu tidak lupa penari mengganti topengnya yang kedua, yaitu yang berwarna biru setelah berlenggak-lenggok lagi, topeng diganti dengan topeng yang lain, yaitu yang berwarna merah. Alunan musik akan terdengar lebih tegas saat topeng merah ini sudah terpakai.
Setiap penari mengganti topengnya, disitulah tersimpan makna pergantian karakter tokoh yang diperankan. Misalnya, topeng warna putih menandakan watak yang alim dan lemah lembut, topeng berwarna biru menggambarkan karakter sang pemari yang amat lincah dan namun tetap anggun, kemudian yang terakhir topeng warna merah menggambarkan karakter yang bringas atau biasa kita sebut tempramental juga tidak sabaran. Selain itu, jika dilihat dari busana yang dikenakan penari, memiliki unsur warna kuning, hijau dan merah yang memiliki toka-toka, apok, kebaya sinjang, ampreng.
Untuk tempat pergelarannya sendiri, tari topeng zaman dahulu biasanya dipentaskan pada tempat yang terbuka seperti halaman depan rumah atau bale dengan obor seadanya untuk penerangan, namun seiring perkembangan zaman dan teknologi seperti sekarang ini, tari topeng biasa dipertunjukan dalam gedung dan dengan tata cahaya yang keren dan menakjubkan.
Untuk masyakarat Cirebon, kesenian Tari Topeng ini mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, karena pada awal kemunculannya kesenian topeng menjadi sarana penyebaran agama Islam pada masa Sunan Gunung Jati yang bertujuan agar bisa lebih dekat dan diterima dengan masyarakat.
Kesenian Tari Topeng ini masih eksis dipelajari di sanggar-sanggar tari yang ada, dan masih sering dipentaskan pada acara-acara resmi daerah, ataupun pada momen tradisional daerah lainnya.
Sekian yang bisa saya gambarkan dari asal-usul tari topeng kacirebonan, semoga bermanfaat ya teman-teman...

Kamis, 05 Desember 2019

TARI TOPENG YANG DILESTARIKAN DI SANGGAR MANUNGGALINGDARMA SASTRA

       
    TARI TOPENG YANG DILESTARIKAN DI SANGGAR MANUNGGALING DARMA SASRA
A.Sejarah  Tari Topeng
Begitu banyak tarian yang ada di Nusantara, salah satunya adalah tarian yang merupakan kesenian asli dari Cirebon yaitu “ Tari topeng”. Asal usul di ciptakannya tari topeng yaitu pada zaman dahulu ada seorang pangeran dari bansundang yang bernama pangeran Murang,dia dikenal sangat sakti mandraguna mempunyai pusaka pedang jurug sewu karena kesaktian nya itu sulit dikalah kan termasuk oleh pemimpin-pemimpin Cirebon pada waktu itu. Sehingga di aturlah sebuah siasat oleh pangeran walasungsang, sunan gunung jati, sunan kalijaga dengan di buatlah sebuah kesenian tari topeng,  yang menarikannya adalah Nyi Mas Gandasari. Kemudian terjadilah sebuah pertunjukkan tari topeng. Dan menariknya kemudian pangeran tertarik kepada penarinya , bahkan dia rela menyerahkan pedang Curug Sewu sebagai pertanda cinta nya terhadap Nyi Mas Gandasari. Setelah pedang Curug Sewu ini di serahkan hilanglah kesaktian pangeran Murang . Dia menyerah  dan kemudian mampu dikalahkan oleh pemimpin-pemimpin Cirebon. Setelah mampu di kalahkan kemudian pangeran setia terhadap Sunan Gunung jati ditandai dengan bergantinya nama  pangeran Murang ini menjadi pangeran Graksan.
Seiring dengan berjalannya waktu,kesenian tari yang dimaksud lebih dikenal dengann nama Tari Topeng Cirebon. Dalamperkembangannya,tari ini pun memiliki bentuk dan penyajian yang spesifik.dari sini dikenallah beberapa macam tari ,diantaranya Tari Topeng Kelana,Tari Topeng Temenggung,Tari Topeng Rumyang,Tari Topeng Samba dan Tari Topeng Panji . Sebagai tarian yang menggunakan proferti topeng, ke 5 tari tersebut juga mengusung 5 jenis topeng yang kemudian dikenal sebagai Panca Wanda.
Di Indonesia Tari Topeng banyak di tampilkan pada acara hajat di desa-desa, seperti sedekah bumi, nadran atau hajatan-hajatan lainnya. Tari Topeng awalnya selalu dibawakan oleh satu penari { tunggal } namun seiring berkembangnya waktu di sesuaikan dengan kebutuhannya bahkan bisa mencapai seribu penari sekali pun sekarang ini Tari Topeng banyak di tampilkan pada acara Ngunjung Buyut yaitu sebagai penghormatan terhadap sesepuh atau pendiri suatu tempat/kampung.

B. Sejarah berdirinya Sanggar Manunggaling Darma Sastra
Seiring dengan pesatnya perkembangan disegala bidang,maka berbagai dampak pembangunan juga mempengaruhi masyarakat didaerah,khususnya bagi generasi muda didaerah cirebon.terutama berhubungan dengan hal seni dan budaya yang berasal dari negeri dimana budaya tersebut kurang sesuai dengan kondisi negara kita.Guna mengimbangi masuknya seni dan budaya dari luar,maka seluruh masyarakat terutama generasi muda berupaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya daerah,sehingga mereka tidaj terjerumus kedalam kegiatan yang negatif,dan dapat menyalurkan minat serta bakat yang mereka miliki. Saat ini banyak sekali didirikannya sanggar-sanggar.Bahkan sekolah atau jurusan di perguruan juga telah mengembangkan pendidikan tari yang bertujuan untuk mengembangkan dan melestarikan budaya daerah tanpa meninggalkan kekhasan budaya itu sendiri.
Di Cirebon pun banyak sekali didirikannya  sangar-sanggar tari salah satu nya tari topeng yang di lestarikan di sanggar Manunggaling Darma Sastra. Manunggaling Darma Sastra mempunyai dua makna ,manunggaling yang berarti satu, darma yaitu perbuatan atau sebuah bakti dan sastra yaitu sesuatu yang baik atau sesuatu yang indah.jadi, arti dari Manunggaling Darma Sastra adalah perbuatan yang lebih bahkan lebih indah yang bisa diterima oleh masyarakat.
 Sanggar ini didirikan oleh Mas Nana Suryana yang lebih dikenal dengan nama Mas Nana. Sanggar ini berada di desa Kalikowa Kec.Kedawung Kab.Cirebon. sanggar tersebut didirikan pada tahun 2011 , tetapi  lebih resmi nya lagi  di sahkan nya pada tahun 2017.  Selain mengelola sanggar tari ini Mas Nana juga melatih tari, beliau di bantu oleh istrinya dan 6 rekan-rekan kerjanya. Didirikan nya sanggar tari ini bertujuan untuk terwujud nya masyarakat atau generasi muda yang peduli dan menghargai serta mengembangakan dan melestarikan kebudayaan daerah serta kebudayaan tradisional agar tidak termakan oleh kemajuan zaman sekarang serta agar generasi muda lebih menghargai kebudayaan dan ingin mempelajarinya.
Sejak berdirinya sanggar manunggaling darma sastra ini secara berangsur sedikit demi sedikit mulai berkembang.Usaha tekun dengan terus  memegang teguh tujuan dan harapan yang ingin di capai, dimulai dari orang-orang terdekat hingga mengcakup kawasan yang luas telah mengenal sanggar tari tersebut dan juga harapan kedepan nya agar sanggar ini berkembang dengan pesat dan semakin banyak dikenal oleh masyarakat lebih luas lagi.