Tampilkan postingan dengan label busana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label busana. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Desember 2019

Properti yang digunakan saat menari

Properti yang digunakan saat menari





Sebelumnya saya sudah membuat artikel tentang bagaimana sih asal-usul dari tarian topeng cirebon, macam-macam topengnya, sekarang saya akan menjelaskan sedikir tentang apa saja sih properti yang digunakan saat ingin melakukan pementasan tari. Yuk dibaca sampai habis ya!
Properti Tari Topeng adalah alat dan hiasan yang digunakan penari topeng saat naik pentas. Properti ini menghiasi seluruh tubuh penari, mulai dari kepala hingga kaki.
Properti Tari Topeng yang utama adalah topeng. Tiap tari topeng memiliki pakem ekspresi wajah topeng tersendiri. Ada yang menggambarkan sosok jenaka hingga menggambarkan ekspresi sosok kesatria.
Tari Topeng sendiri merupakan tarian tradisional yang memakai topeng sebagai properti utamanya. Hampir setiap daerah memiliki tari topengnya masing masing. Seperti tari topeng dayak dari suku dayak Modang di wilayah kalimantan, Tari topeng reog dan tari topeng cirebon.
Berikut adalah 16 aksesoris yang biasa digunakan saat pementasan tari topeng :
1. Topeng
Jelas saja topeng merupakan properti utama dalam tari topeng. Topeng yang digunakan dalam tarian ini beraneka ragam dan variasi sesuai dengan daerah asal tari topeng tersebut. Ada dua cara untuk menempelkan topeng ke wajah penari, yang pertama adalah dengan mengigit semacam kayu yang ada di dalam topeng menggunakan mulut dan yang kedua menggunakan tali karet yang melingkari kepala belakang penari. Model yang kedua ini merupakan jenis yang umum digunakan oleh penari topeng. Bahan topeng yang digunakan juga bervariasi mulai dari kayu hingga plastik, namun biasanya dalam tarian tradisional topeng berbahan kayu yang paling sering digunakan. Tapi topeng yang digunakan sesuai kebutuhan pementasan ya teman-teman..
2. Anting
Ini adalah bagian kecil dari aksesoris yang digunakan penari saat tampil di panghung. Namun anting ini biasa dipakai namun tidak juga tidak apa-apa. Anting memiliki banyak model sesuai kebutuhan.
3. Gelang kaki
Biasanya gelang kaki dibuat dari logam atau benang yang dihiasi oleh bandul warna-warni.
4. Sumping
Sumping merupakan aksesoris yang dipakai pada bagian atas telinga, baik yang kiri maupun yang kanan. Sumping biasnya memiliki warna keemasan. Sumping ini juga sering digunakan oleh pemain wayang wong.
5. Baju lengan pendek
Baju ini mempunyai warna mencolok dengan berbagai macam hiasan. Salah satu alasan kenapa penari topeng menggunakan baju lengan pendek adalah karena dalam tari topeng, gerakan utama tarian ini ada pada tangan, sehingga dicarilah properti tari yang dapat memudahkan gerak tangan sang penari.
6. Mongkron
Mongkron merupakan penutup pada bagian dada penari. Mongkron biasanya dipenuhi dengan berbagai macam hiasan bordir. Ragam motif dan corak yang menghiasi mongkron bergantung pada budaya lokal setempat. Seperti kita tahu bahwa setiap daerah memiliki ragam corak yang berbeda satu dengan lainnya.
7. Sampur
Sampur merupakan kain dengan ukuran panjang yang dipakai di bagian leher penari. Penari tari topeng juga menggunakan sampur untuk menambah kesan gemulai saat melakukan gerak tari. Cara menggunakan sampur adalah dengan menjepit ujung sampur menggunakan jari telunjuk dan jari tengah sehingga kain sampur dapat ikut bergerak saat penari menggerakkan jarinya.
8. Celana sepertiga
Celana sepertiga merupakan celana panjang yang panjangnya dibawah lutut, namun diatas mata kaki. Celana jenis ini dipilih sebagai properti tarian karena memudahkan gerak kaki penari.
9. Ikat pinggang
Ikat pinggang yang digunakan biasanya memiliki bentuk dan warna yang beragam, Penggunaan ikat pinggang ini selain bertujuan untuk menahan agar pakaian yang dikenakan tidak melorot saat penari menari juga sebagai hiasan.


10. Gelang tangan
Gelang tangan pada penari topeng tidak hanya terbuat dari logam, namun juga bisa terbuat dari kertas warna keemasan sebagai pengganti emas Asli. Penggunaan kertas untuk mengganti logam emas ini biasanya dilakukan untuk menekan biaya pengeluaran.
11. Selendang
Salah satu tari topeng yang menggunakan selendang adalah tari topeng cirebonan. Selendang yang digunakan umumnya ada yang polos ada juga yang memiliki motif batik lokal sesuai darimana tari topeng tersebut berasal.
12. Keris
Tidak semua tari topeng menggunakan keris, namun sebagian ada yang menggunakan keris sebagai propertinya. Misalnya dalam tari kesatriya dari cirebon, pada bagian belakang penari terselip sebuah keris. Keris ini perlambang status kebangsawanan dan kesatria.
13. Mahkota kembang
Mahkota kermbang merupakan nama aksesoris mahkota warna warni yang ada di atas kepala penari tari topeng betawi. Tidak semua penari topeng menggunakan mahkota kembang, hanya tarian topeng betawi saja yang menggunakan properti ini.
14. Stagen
Stagen adalah kain yang digunakan untuk melilit pinggang dan memiliki fungsi seperti ikat pinggang. Stagen biasanya dibuat dari kain tanpa motif dan dipakai sesuai kebutuhan penari jika dirasa penggunaan ikat pinggang menggangu gerak penari.
15. Ronce bunga
Ronce bunga atau untaian bunga yang disusun menjadi anting panjang ini biasanya digunakan dalam pementasan tari topeng cirebon. Bunga yang digunakan biasanya bunga melati atau diganti dengan bandul warna merah atau kuning.

16. Aksesoris tambahan
Aksesoris tambahan dalam properti tari topeng diantaranya adalah sarung, kupluk, kentongan dan peralatan lainnya. Properti ini digunakan dalam pementasan tari topeng betawi, dimana biasanya bercampur dengan banyolan bodor atau lawak. Para tokoh yang terlibat dalam lawak biasanya menggunakan properti tambahan yang mewakili karakternya seperti sarung, peci, senter dan peralatan lainnya.
Demikian ulasan tentang apa saja sih properti/aksesoris yang digunakan saat ingin tampil pada saat pementasan tari. Terimakasih ya yang sudah membaca!



Senin, 30 Desember 2019

BUSANA,GERAKAN DAN POLA LANTAI TARI TOPENG



Banyak istilah pakaian di gunakan sebagai kelengkapan busana yang setidaknya merupakan identitas pertunjukan Tari Topeng Cirebon. Gaya/ kostum dalam pertunjukan tari Cirebon ini dianggap terpengaruh dari budaya kraton. Data budaya ini dilengkapi foto kostum penari secara keseluruhan/ umum. 


Dalam tari topeng Cirebon (bisa berbeda tiap daerah) ada beberapa kelengkapan dibagian kepala yaitu kedok (topeng), jamang, tekes, makuta siger dan rarawis atau sumping. Kemudian kelengkapan di bagian baju sebagai penutup tubuh, dengan warna baju sesuai dengan karakter dalam tari topeng. Bentuk baju dan detail bagian lengan, penggunaan hiasan pada bagian pangkal lengan yang disebut biku-biku. Biku-biku itu berbentuk segitiga, terbuat dari benang emas dan biasa di gunakan sebagai pengganti kelat bahu. Terdapat juga Krodong yang berfungsi sebagai penutup punggung, terbuat dari kain batik. Bentuk baju yang berbeda di gunakan pada tarian tari topeng Tumenggung (khas Palimanan) yaitu Klambi Gulu berupa Kain tambahan yang di adaptasi dari bentuk jas safari para pejabat di masa kolonial. Sama halnya perbedaan dalam penggunaan Peci Bendo. 

Di dada dilekatkan Kace berupa kain berwarna emas. Kace digunakan pada tari topeng cirebon tokoh Panji, Pamindo dan Rumyang. Selain itu digunakan juga Dasi, yang digunakan pada karakter Panji, Pamindo, Rumyang dan Patih. Dasi tidak digunakan karakter topeng Klana digantikan Ombyok, berupa Hiasan dada terbuat dari kain bludru dengan motif teratai yang digunakan pada tokoh Klana. Hiasa kalung yang digunakan biasanya berbentuk mutiara putih. Selain itu terdapat juga hiasan gelang. 


Untuk hiasan di pinggang, di gunakan Ikat pinggang atau sabot (yang terbuat dari logam biasa disebut Badong). Hiasan pinggang biasa juga diganti ikat pinggang yang bersifat praktis, terbuat dari kain (beludru) dan ada penutup pada bagian bawah nya, yang disebut Tutup Rasa. Motif kain yang di gunakan dalam tutup rasa di sesuai kan dengan karakter tokoh dari tari topeng. Soder berupa selendang yang di ikatkan di pinggang menjuntai ke arah bawah melewati batas mata kaki. Motif dan warna soder di sesuaikan dengan karakter tokoh topeng nya. Penggunaan kain lainnya adalah kain batik yang disebut dodot dan selendang yang di namakan sampur atau soder. Bentuk dari kain dodot lancar gelar untuk karakter Panji dan kain dodot lancar cangcut untuk Pamindo dan Rumyang. Berbeda, karakter Patih dan Klana menggunakan Celana Sontog. 




Gerakan Tari Topeng 


Gerakan tangan yang lemah lembut oleh para penari yang cantik, yang diiringi dengan dominasi alunan musik rebab dan kendang merupakan ciri khas dari pementasan Tari Topeng. Selain itu, berbagai macam busana yang di pakai (toka-toka, apok, kebaya, sinjang, dan ampreng) yang berwarna kuning, hijau, dan merah semakin menambah indah tarian yang dibawakan. 


Tarian ini di awali dengan formasi membungkuk, formasi ini melambangkan penghormatan kepada penonton dan sekaligus pertanda bahwa tarian akan di mulai. Setelah itu, kaki para penari di gerakkan melangkah maju dan mundur yang di iringi dengan rentangan tangan dan senyuman kepada para penonton nya. Gerakan ini kemudian di lanjutkan dengan membelakangi penonton dengan menggoyang kan pinggulnya sambil memakai topeng berwarna putih, topeng ini menyimbol kan bahwa pertunjukan pendahuluan sudah dimulai. 


Setelah berputar-putar menggerak kan tubuhnya, kemudian para penari itu berbalik arah membelakangi para penonton sambil mengganti topeng yang berwarna putih itu dengan topeng berwarna biru. Proses serupa juga di lakukan ketika penari berganti topeng yang berwarna merah. Uniknya, seiring dengan pergantian topeng itu, alunan musik yang mengiringinya juga semakin keras. Puncak alunan musik paling keras terjadi ketika topeng warna merah dipakai para penari. Gerakan-gerakan tersebut merupakan bentuk tarian pembuka dalam pementasan Tari Topeng. 





Pola lantai tari topeng

Dalam sebuah tarian (terutama tari kelompok), pola lantai sangat perlu di perhatikan. Ada beberapa macam pola lantai pada tarian, antara lain :

1. Pola lantai vertikal : Pada pola lantai ini, penari membentuk garis vertikal, yaitu garis lurus dari depan ke belakang atau sebalik nya.
2. Pola lantai Horizontal : Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk garis lurus ke samping.
3. Pola lantai diagonal : Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk garis menyudut ke kana atau ke kiri.
4. Pola lantai melingkar : Pada pola lantai ini, penari membentuk garis lingkaran.

Seni tari yang ada di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu sebagai berikut :

Tari Tradisional
tradisional merupa kan sebuah bentuk tarian yang sudah lama ada. Tarian ini di waris kan secara turun temurun. Sebuah tarian tradisional biasa nya mengandung nilai filosofis, simbolis dan relegius. Semua aturan ragam gerak tari tradisional, formasi, busana, dan riasnya hingga kini tidak banyak berubah
Tari tradisional klasik
Tari tradisional klasik di kembangkan oleh para penari kalangan bangsawan istana. Aturan tarian biasanya baku atau tidak boleh diubah lagi. Gerakan nya anggun dan busana nya cenderung mewah. Fungsi nya: sebagai sarana upacara adat atau penyambutan tamu kehormatan. 
Contoh : Tari Topeng Kelana (Jawa Barat), Bedhaya Srimpi (Jawa Tengah), Sang Hyang (Bali), Pakarena dan pajaga (Sulawesi Selatan)

Tari tradisional kerakyatan
Berkembang di kalangan rakyat biasa. Gerakan nya cenderung mudah Di tarikan bersama juga iringan musik. Busana nya relatif sederhana. Sering di tarikan pada saat perayaan sebagai tari pergaulan. Contoh: Jaipongan (Jawa Barat), payung (Melayu), Lilin (Sumatera Barat)

Tari kreasi baru
Merupakan tarian yang lepas dari standar tari yang baku. Dirancang menurut kreasi penata tari sesuai dengan situasi kondisi dengan tetap memelihara nilai artistiknya. Tari kreasi baik sebagai penampilan utama maupun sebagai tarian latar hingga kini terus berkembang dengan iringan musik yang bervariasi, sehingga muncul istilah tari modern. .Pada garis besarnya tari kreasi dibedakan menjadi dua golongan yaitu:
1. Tari Kreasi Baru Berpolakan Tradisi
Tari kreasi baru Yaitu tari kreasi yang garapan nya di landasi oleh kaidah-kaidah tari tradisi, baik dalam koreografi, musik atau karawitan, rias dan busana, maupun tata teknik pentas nya. Walaupun ada pengembangan tidak menghilang kan esensi ke tradisiannya.
2. Tari Kreasi Baru Tidak Berpolakan Tradisi (Non Tradisi)
Tari Kreasi yang garapannya melepaskan diri dari pola-pola tradisi baik dalam hal koreografi, musik, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun tarian ini tidak mengguna kan pola-pola tradisi, tidak berarti sama sekali tidak menggunakan unsur-unsur tari tradisi, mungkin saja masih menggunakannya tergantung pada konsep gagasan penggarapnya. Tarian ini disebut juga tari modern, yang istilahnya berasal dari kata Latin “modo” yang berarti baru saja.

Tari kontemporer
Gerakan dari tari kontemporer simbolik terkait dengan koreografi bercerita dengan gaya unik dan penuh penafsiran. Seringkali di perlukan wawasan khusus untuk menikmatinya. dan iringan yang dipakai juga banyak yang tidak lazim sebagai lagu dari yang sederhana hingga menggunakan program musik komputer seperti Flutyloops.