Kamis, 16 Januari 2020

Aliran Seni Lukis

ALIRAN SENI LUKIS

Perkembangan seni lukis sejak lama telah melahirkan beragam aliran seni lukis. Berikut ini macam aliran seni lukis yang menjadi acuan para seniman hingga sekarang.
1. Aliran surealisme
Aliran surealisme merupakan aliran yg erat hubungannya dengan dunia fantasi, seakan akan kita melukis di dunia mimpi. Lukisan aliran ini memiliki bentuk atau lukisan yang tidak logis/khayalan, meskipun objek sasaran sangat natural.
Ciri-ciri:
  • Pikiran cenderung imajinatif, penuh khayalan, dan fantasi
  • Seniman menggunakan metode ekspresi Absolute Sureealism dan Veristic Surrealism
  • Lukisan aneh dan asing
2. Aliran Kubisme
Aliran kubisme merupakan aliran seni lukis yang prinsipnya menggambarkan bentuk objek dengan cara memotong, istorsi, overlap, transparansi, deformasi, dan aneka tampak. Teknik ini dilakukan pada media lukisan dengan melalui pendekatan bentuk-bentuk geometris, seperti segitiga, kubus, segiempat, silinder, lingkaran, bola, kerucut, dan kotak-kotak.
Ciri-ciri:
  • Memiliki bentuk geometris
  • Memiliki paduan warna yang sangat perspektif
  • Lukisan terlihat ceria

3. Aliran Romantisme
Aliran seni lukis ini berupaya melukiskan suatu peritsiwa yang dianggap menarik dan istimewa. Aliran jenis ini biasanya menampilkan hal-hal yang bersifat romance, seperti sejarah, tragedi ataupun pemandangan alam. Lukisan aliran ini cenderung statis dan kaku.
Ciri-ciri:
  • Cenderung didramatisir
  • Penuh gerak dan dinamis
  • Pengaturan komposisi dinamis
  • Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional
  • Warna bersifat kontras dan meriah
4. Aliran Ekspresionisme
Dalam aliran seni lukis ini, seniman mencoba melebih-lebihkan kenyataan dengan bentuk dan warna untuk melahirkan emosi.
Ciri-ciri:
  • Pemilihan warna diutamakan
  • Imajinasi seseorang
  • Lebih mengungkapkan jenis emosi kemarahan dibandingkan emosi bahagia
  • Mengutamakan tema berdasakan kebebasan
  • Ungkapan isi hati seseorang
5. Aliran Impresionisme
Aliran seni lukis ini berusaha memperlihatkan lukisan berdasarkan kenyataan alam, yaitu murni berasal dari temuan objek alam sekitarnya. Selain itu, ciri gambar cenderung tidak detail pada objeknya dan kabur.

Ciri-ciri:
  • Objek sangat alami
  • Lukisan dibuat diluar ruangan
  • Karya cenderung tidak mendetail tanpa garis penegas
  • Tidak memakai warna hitam untuk bayangannya.
6. Aliran Pointilisme
Aliran pointilisme merupakan aliran seni lukis yang menggunakan titik-titik untuk menggambarkan sebuah objek. Seni lukis aliran ini merupakan lanjutan dari seni lukis impresionalisme.
Ciri-ciri:
  • Titik-titik yang digunakan terdiri dari bermacam-macam variasi
  • Objek yang dilukis lebih jelas jika dilihat dari kejauhan
  • Objek berwarna cerah tersusun dari banyak titi-titik kecil berwarna kuning, hijau, dan biru.
7. Aliran Fauvisme
Aliran ini memberikan kebebasan bagi seniman berekspresi terhadap objek lukisan yang dibuat, artinya seniman diperbolehkan mebubuhkan warna sesuka hati meski sangat kontras sekalipun dengan objeknya.
Ciri-ciri:
  • Warna lukisan cenderung liar dan kontras
  • Warna yang digunakan berbeda dengan objek
  • Penggunaan garis disederhanakan sehingga keberadaan garis yang jelas dan kuat dapat dideteksi.

8. Aliran Realisme
Aliran ini berupaya memperlihatkan lukisan yang sesuai dengan peristiwa yang terjadi di kehidupan sehari-hari tanpa ada penambahan sedikitpun.
Ciri-ciri:
  • Lukisan apa adanya
  • Tidak berlebihan dalam hal warna dan keindahan seni
  • Cenderung menyerupai bentuk alam secara akurat
  • Cenderung sesuai dengan fakta dan peristiwa yang terjadi di alam
9. Aliran Naturalisme
Aliran ini mengupayakan seniman melukiskan suatu objek secara alamiah. Meski aliran seni lukis ini mirip dengan aliran surealisme, namun aliran seni lukis ini dibuat tampak lebih indah dengan sedikit tambahan disekitar objek lukis.
Ciri-ciri:
  • Cenderung menampilkan unsur alam yang objektif
  • Tidak banyak melibatkan emosional
  • Memiliki teknik gradasi warna
  • Memiliki susunan perbandingan, perspektif, tekstur, perwarnaan, serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin
  • Kebanyakan bertema tentang alam
10. Aliran Abstraksionisme
Aliran abstraksionisme merupakan aliran yang menggunakan warna dan bentuk yang acak serta tidak terbatas. Karya seni lukis murni imajinasi dari seniman sendiri.
Ciri-ciri:
  • Seni ini menampilkan unsur unsur seni rupa saja yang disusun tidak beraturan
  • Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam
11. Aliran Futurisme
Aliran seni lukis yang satu ini menggambarkan objek yang seolah-olah bergerak. Biasanya suatu objek yang sama digambar beberapa kali pengulangan.
Ciri-ciri:
  • Memanfaatkan prinsip aneka tampak
  • Karya seni ini menangkap unsur gerak dan kecepatan
  • Menggunakan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain
  • Memperhatikan kedinamisan, kedisiplinan, dan gaya untuk mengekspresikan kecepatan dan kesamaan waktu
12. Aliran Klasikisme
Aliran seni lukis ini berhubungan dengan Yunani dan Romawi. Aliran ini menampilkan gambar secara klasik dan memiliki karakter serta ciri tersendiri.
Ciri-ciri:
  • Lukisan aliran ini memiliki bentuk yang seimbang dan harmonis
  • Penggambaran wajah objek terkesan tenang namun dilebih-lebihkan
  • Berisi cerita di lingkungan istana
  • Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis13. Aliran Dadaisme
    Aliran seni lukis ini menggambarkan karya artistik yang sedikit magis, menyeramkan, kekanakan, namun terkadang juga mengesankan.
    Ciri-ciri:
    • Pewarnaan didominasi oleh pewarnaan primer dan kontras, yakni warna hitam-putih atau merah-putih-hijau tua.
    • Cenderung menggambarkan hal hal yang bersifat primitif, kuno, naive.
    14. Aliran Optik art
    Aliran seni lukis yang memanfaatkan ilusi mata, dimana ilusi tersebut dapat berubah menjadi imajinasi.
    Ciri-ciri:
    • Aliran seni ini bersifat abstrak, formal dan eksak
    • Penggambaran objek khas berupa susunan geometris berulang. Tujuannya untuk memfungsikan kelemahan mata dengan ilusi ruang (kadang bergerak semu)
    15. Aliran Primitivisme
    Aliran primitivisme merupakan aliran seni lukis yang menggambarkan sebuah objek berdasarkan yang diinginkan. Gambar yang dilukis cenderung sederhana, datar, dan dua dimensi.
    Ciri-ciri:
    • Lukisan berhubungan dengan kehidupan manusia zaman dahulu yang cenderung primitif
    • Objek yang dilukis berupa tumbuhan, hewan, dan manusia dalam bentuk garis sederhana.
    • Detail objek tidak menonjol, hanya penggambaran garis minimalis berupa garis dan aksen sederhana
    16. Aliran Pittura Metafisica
    Aliran ini bertentangan dengan aliran kubisme dan futuristik. Penggambaran objek melalui aliran ini berhubungan sentuhan metafisika.
    Ciri-ciri:
    • Objek biasanya berupa manusia yang sedang beraktivitas benda dan latar di belakangnya
    • Objek yang dilukis biasanya berbentuk boneka yang berhubungan erat dengan metafisika
    17. Aliran Kontemporer
    Seni lukis aliran ini tidak terikat pada peraturan dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
    Ciri-ciri:
    • Objek yang dilukis bersifat dinamis, ekspresif, mencolok, dan bebas
    • Penggambaran objek berupa refleksi situasi juga waktu yang tematik
    18. Aliran Gotik
    Aliran seni lukis ini menggambarkan objek dengan garis tebal dan bentul ramping serta menegaskan sesuatu berdasarkan warna.
    Ciri-ciri:
  • Objek yang dilukis biasanya merupakan tokoh suci, seperti raja, ratu, kesatria, dan lainnya
  • Lukisan ini banyak ditemukan di rumah ibadah, kerajaan, kastil ataupun bangunan klasik

Tari Piring Sumatra Barat


Tari Piring-sumatra barat


Tari Piring – Selain rumah Gadang yang menjadi ciri khas dari provinsi Sumatra Barat, provinsi ini juga terkenal dengan beragam kulinernya yang memiliki cita rasa yang begitu nikmat dan lezat. Sumatra barat memiliki tingkat kebudayaan yang tinggi. Salah satu peninggalan kebudayaan yang terdapat di Sumatra Barat adalah Tari Piring. Tari piring adalah tarian tradisional yang berasal dari tanah Minangkabau tepatnya dari kota Solok provinsi Sumatra Barat. Dalam bahasa Minangkabau tarian ini sering disebut dengan Tari Piring.
Karena keunikannya, sampai saat ini pertunjukan Tari Piring sangat diminati masyarakat Indonesia. Selain masyarakat lokal, turis mancanegara juga banyak yang mengagumi tarian ini karena keunikannya.
Keunikan dan keindahan dari Tari Piring membuat tarian ini menjadi dikenal di dunia. Hal ini membuat nama Indonesia semakin dikenal di kancah internasional. Keunikan dari tarian ini berbeda dengan tarian-tarian yang lain. Yang membedakan tarian ini dengan tarian lain adalah, tarian ini menggunakan piring sebagai alat utamanya.
Tarian ini berasal dari tanah Minangkabau kota Solok Sumatra Barat. Pada zaman dahulu masyarakat Minangkabau selalu melakukan ritual ucapan rasa syukur kepada dewa-dewa atas hasil panen yang melimpah ruah.
Pada saat melakukan ritual, masyarakat sekitar membawa sesaji dalam bentuk makanan yang diletakkan di atas piring. Piring-piring yang berisi makanan dibawa dengan gerakan-gerakan  berirama dan diiringi musik.
Setelah agama islam masuk  di tanah Minangkabau, tarian ini tidak lagi digunakan untuk ritual kepada dewa-dewa. Kemudian tarian ini digunakan sebagai hiburan untuk masyarakat. Tarian ini sering dipentaskan untuk acara-acara adat di Minangkabau.

Fungsi Tari Piring

Tarian ini sering dipentaskan saat upacara adat, seperti upacara pernikahan, khitanan dan pengangkatan penghulu. Selain itu tarian ini juga dipentaskan saat ada anggota masyarakat yang sedang panen hasil bumi yang melimpah ruah. Pada zaman dulu hanya orang-orang yang mampu saja yang dapat mengadakan pentas tarian ini.
Seiring perkembangan zaman yang semakin maju, tarian ini tidak hanya dipentaskan untuk upacara adat saja. Pentas tarian  ini sering dipentaskan saat hari-hari besar nasional seperti HUT Republik Indonesia. Selain itu tarian ini juga sering dipentaskan pada saat festival dan juga untuk menyambut tamu-tamu agung.

Keunikan Tari Piring

Seiring perkembangan teknologi yang sangat cepat, tidak membuat tarian tradisional ini termakan oleh zaman. Sampai saat ini tarian ini masih sering dipentaskan. Gerakan-gerakan yang unik pada tarian ini, membuat decak kagum para penonton. Keunikan dari tarian ini antara lain:

1. Piring Sebagai Media Utamanya


Tarian ini menggunakan piring sebagai alat utamanya dalam menari. Alat inilah yang membuat  tarian ini berbeda dengan tarian yang lain. Piring dalam tarian ini mengandung makna sejarah tersendiri.

2. Gerakan Tari Yang Unik

Piring diletakkan di atas kedua telapak tangan dengan cara digenggam. Kemudian digerakan memutar dan diayun-ayunkan dengan mengikuti iringan musik. Uniknya, piring ini tidak jatuh saat dimainkan.

3. Di Iringi Oleh Banyak Alat Musik


Dalam tarian ini terdapat iringan dari berbagai alat musik seperti, Rebana, Gong, Saluang, Talempong, dan lain-lain. Tarian ini di iringi oleh musik penayuhan, biasanya menggunakan lagu Takhian Sai Tiusung dan Takhi Pinghing Khua Belas. Selain gerakan yang unik music pengiring tarian ini juga unik, karena memadupadankan beberapa alat musik
.

4. Dentingan Cincin

Pada tarian ini terdapat bunyi iringan yang dihasilkan dari suara dentingan cincin. Suara dentingan pada piring dan cincin ini menambah keunikan tarian ini. Suara dentingan ini dapat menyatu dengan musik pengiring tarian ini.

5. Menari Di Atas Pecahan Piring

Keunikan yang satu ini tidak akan anda temui pada pertunjukan tari-tari lain. Dimana di akhir pertunjukan, penari akan melemparkan piringnya ke lantai. Kemudian penari akan menari di atas pecahan piring tersebut.





Ragam Gerak Tari Piring

Gerakan tarian ini menggunakan dua buah piring yang diletakkan di atas telapak tangan si penari. Kemudian diayun-ayunkan mengikuti irama musik. Gerakan dalam tarian ini tidak hanya itu saja, tarian ini memiliki beberapa ragam gerakan seperti: Gerak pasambahan, gerak singanjuo lalai, gerak mencangkul, gerak menyiang, gerak membuang sampah, gerak memagar, gerak menyemai, gerak mencabut benih,gerak bertanam dan gerak melepas lelah.
selain itu juga ada gerakan-gerakan lain seperti : gerak mengantar juadah, gerak mengambil padi, gerak menyambit padi, gerak manggampo padi, gerak menganginkan padi, gerak mengikir padi, gerak membawa padi, gerak menumbuk padi, gerak gotong royong, gerak menampih padi dan gerak menginjak pecahan kaca.


Busana Tari Piring

Seperti halnya pada tarian tarian tradisional, tarian ini juga mengenakan busana tradisional. Busana yang dikenakan untuk pementasan tarian ini terbagi menjadi dua yaitu busana penari pria dan busana penari wanita. Walaupun terbagi menjadi dua, busana yang dikenakan tetap seragam sehingga tetap terlihat kompak.


1. Busana Untuk Penari Pria

Kostum yang dikenakan oleh penari pria memiliki ciri-ciri yang berbeda dibanding dengan kostum penari wanita. Walaupun berbeda mereka tetap sama-sama mengenakan busana asli dari Sumatra Barat. Sehingga mereka tetap bisa tampil kompak walaupun model busana mereka berbeda.
Busana rang mudo adalah busana untuk penari pria memiliki lengan yang panjang, serta dihiasi dengan missia atau biasa disebut dengan renda emas. Penari pria mengenakan celana  yang disebut saran gelombang. Celana ini berukuran besar dan bagian tengahnya memiliki warna yang sama dengan baju atasannya.
Penari pria mengenakan sisampek dan cawek pinggang, bentuknya seperti kan songket yang dililitkan di pinggang. Kain ini memiliki panjang sepanjang lutut. Sisampek dan cawek pinggang ini pada ujungnya diberi hiasan berupa rumbai-rumbai.
Saat mementaskan tarian ini para penari pria mengenakan destar atau deta. Destar adalah penutup kepala yang terbuat dari bahan dasar kain songket dan berbentuk segitiga. Kemudian diikatkan di kepala si penari pria.


2. Busana Untuk Penari Wanita

Saat pentas, penari wanita mengenakan busana berupa baju kurung. Baju kurung ini terbuat dari kain satin dan beludru. Selain itu, penari wanita juga mengenakan selendang dari kain songket sebagai hiasan, yang diletakkan pada bagian kiri badan.
Penari wanita mengenakan penutup kepala yang terbuat dari kain songket, bentuknya menyerupai tanduk. Penutup kepala ini disebut tikuluak tanduk balapak. Tak lupa penari wanita selalu mengenakan kalung rambai dan juga kalung gadang serta subang atau anting – anting.
Kesimpulan dari penjelasan di atas adalah Tari piring berasal dari daerah Minangkabau Kota Solok provinsi Sumatra Barat. Media utama dalam pagelaran tarian ini adalah piring. Tarian ini memiliki banyak ragam gerakan yaitu 21 ragam gerakan. Tarian ini dipentaskan oleh pria dan wanita dengan busana yang berbeda. Musik pengiring tarian ini terdiri dari beberapa alat musik tradisional.
Indonesia sangat kaya akan tarian-tarian daerah termasuk Tari Piring. Untuk para generasi muda, mari lestarikanlah budaya-budaya asli Indonesia terutama tarian  ini. Karena jika kebudayaan asli Indonesia tidak di lestarikan, semakin lama akan musnah dan kebudayaan dari luar akan dengan leluasa masuk ke  Indonesia.



Seni Batik Indonesia


SENI BATIK INDONESIA


Seni Batik adalah sebuah teknik menggambar diatas kain dan memanfaatkan lilin dan canting sebagai bahan dan alat untuk membuatnya. Menurut Para Ahli dan pakar kesenian, pengertian batik sangatlah beragam, banyak pendapat yang menjelaskan teori batik ini. Seperti telah kita ketahui bahwa batik adalah salah satu kesenian milik bangsa indonesia, maka dari itu, sudah seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia mengetahui seluk beluk dari seni batik secara lebih mendalam agar batik tidak punah dan tetap menjadi identitas bangsa Indonesia.
Batik merupakan salah satu karya seni rupa terapan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti pakaian dll. Banyak sekali sumber yang telah menjelaskan mengenai batik dan pengaplikasiannya sehari-hari. Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai seni batik secara lebih medetail.


Apa Itu Seni Batik?

UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Curtural Organization) telah menetapkan batik sebagai warisan budaya asli Indonesia. Nah, lalu apa itu seni batik? Kita simak pengertian seni batik menurut para ahli di bawah ini :

1. Nusjirwan Tirtaamidjaja

Seni Batik adalah teknik menghias kain atau tekstil dengan menggunakan lilin dalam proses pencelupan warna, yang semua proses tersebut menggunakan tangan.

2. Santosa Doellah

menyatakan bahwa batik adalah sehelai kain yang dibuat secara tradisional dan terutama juga digunakan dalam matra tradisional, memiliki beragam corak hias dan pola tertentu yang pembuatannya menggunakan teknik celup rintang dengan lilin batik sebagai bahan perintag warna. Oleh karena itu suatu kain dapat disebut batik apabila mengandung dua unsur pokok, yaitu jika memiliki teknik celup rintang yang menggunakan lilin sebagai perintang warna dan pola yang beragam hias khas batik.


3. Afif Syakur

Batik adalah serentang warna yang meliputi proses pemalaman (lilin), pencelupan (pewarnaan) dan pelorotan (pemanasan), hingga menghasilkan motif yang halus yang semuanya ini memerlukan ketelitian yang tinggi.

Nah, dari 3 pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa seni batik adalah :
·         Seni Batik merupakan sebuah teknik untuk menghias kain dengan beberapa proses yang dilakukan
·    Proses dalam membatik terdiri dari proses penulisan menggunakan lilin, pencelupan menggunaka pewarna kain dan pemanasan untuk membersihkan proses pewarnaan yang belum sempurna.
·         Proses penulisan batik biasanya menggunakan canting dan lilin yang dilakukan manual oleh tangan.
·         Seni Batik identik dengan motif yang beragam dan kaya
·         Batik merupakan kain tradisional dan salah satu ciri khas bangsa Indonesia.


Sejarah Seni Batik di Indonesia

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan batik, tentunya penasarankan bagaimana sejarahnya batik hadir di Indonesia dan menjadi karya seni khas bangsa kita. Batik mulai dikenal sejak abad XVII yang pada awalnya ditulis di atas daun lontar. Namun, Perkembangan batik di Indonesia hingga menjadi ciri khas dimulai dari jaman kerajaan majapahit hingga sekarang. Pada saat itu hanya orang-orang keraton (para raja) yang dapat mengenakan batik dan hanya terbatas dalam beberapa corak saja.
1.      Jaman Kerjaan Majapahit
Pada akhir abad ke XIX tentara-tentara yang tinggal di daerah Bonorowo (Tulung Agung) membawa budaya batik. Merekalah yang mengembangkan batik pada saat itu. Pada saat itu bahan pembuatan batik masih sangat alami seperti mengkudu, dll. Penggunaan bahan dari luar negeri sebagai bahan dasar pembuatan batik dimulai setelah terjadi perang dunia ke satu karena pada saat itu banyak sekali pedagang-pedagang asal cina yang berjualan di Mojokerto, yang mana metoda pembuatan batik juga berkembang, tidak hanya ditulis namun di cap.Meski perkembangan batik dimulai dari jaman kerajaan majapahit, namun batik mulai berkembang pesat jaman kerajaan di daerah Jawa Tengah seperti Surakarta dan Yogyakarta. Dampaknya adalah terdapat kemiripan corak antara batik khas Mojokerto & Tulung Agung dengan Batik Yogyakarta atau Solo.

2.      Jaman Penyebaran Islam

Raden Katong atau Batoro Katong yang merupakan adik dari Raden Patah membawa ajaran islam dari Majapahit ke Ponorogo yang mana jejaknya berupa sebuah mesjid di saerah Patihan Wetan.Pada saat itu, batik masih terbatas untuk penghuni keraton sampai seorang Puteri Keraton Solo menjadi Isti Kyai Hasan Basri yang memilki  Pesantren Tegalsari di Ponorogo. Sejak saat itu banyak dari anggota keraton yang mulai menuntut ilmu di pesantren, sebab itulah batik mulai dikenal tidak hanya di dalam keraton namun sampai ke Ponorogo.

Motif Batik

Apa sih yang dimaksud dengan Motif Batik? Dilansir dari halaman wikipedia, Motif batik adalah kerangka gambar yang mewujudukan batik secara keseluruhan.
Pada perkembangannya selain penggunaan batik yang hanya terbatas di dalam keraton, corak atau ragam batik pun tidak sebanyak saat ini. Motif batik yang ada pada saat ini pada perkembangannya banyak dipengaruhi oleh pengaruh asing mengingat Indonesia dijajah tidak oleh satu negara dan etnis saja. Banyak motif batik yang dipengaruhi oleh Tionghoa, ataupun bangsa Eropa.
Sampai dengan saat ini, motif batik yang ada jumlahnya sudah mencapai ribuan dan dapat dikelompokan menjadi 7 kelompok batik Indonesia, di antaranya :



1.      Motif Batik Parang
Motif Batik ParangFilosofi atau makna yang terkandung pada motif batik ini adalah petuah : “jangan menyerah sebagaimana ombak laut yang tidak pernah berhenti bergerak.” Batik dengan motif ini disebut-sebut sebagai motif batik paling tua karena sudah ada sejak jaman Kerajaan Mataram Kartasura (Solo).
Dalam perkembangannya, batik parang ini mengalami banyak sekali inovasi dan modifikasi sehingga banyak bermunculan macam-macam motif yang inovatif serta dapat digunakan oleh semua kalangan di Indonesia, sangat berkebalikan dengan keadaan pada jaman kerajaan dimana jumlah motif yang terbatasa dan hanya untuk pakaian para penghuni keraton.
Gambar di samping merupakan batik motif parang tuding yang memiliki kepercayaan kepada siapa saja yang mengenakannya mampu menjadi orang yang dapat mengarahkan atau orang yang dapat memberi petunjuk pada sesamanya. Motif atau jenis dari Motif Batik parang ini juga beragam, di antaranya :
·         Parang Rusak
·         Parang Rusak Barong
·         Parang Klitik
·         Parang Kurumo
·         Parang Tuding
·         Parang Curigo
·         Parang centung
·         Parang Pamor


2.      Motif Batik Geometri
Motif Batik Geometri


Pada hgambar disamping dapat dilihat bahwa batik motif geometri ini memiliki ciri khas berupa oranamen yang tersusun secara teratur atau secara geometris. Bentuk yang digunakan  dalam motif ini mempunyai bentuk dasar dari bangun datar atau banguan dua dimensi seperti persegi panjang, sigitiga, gigi gergaji, jajaran genjang, dll.
Bentuk dasar geometri yang digunakan kemudian dipadupadankan dengan oranmen lain entah itu flora atau fauna seperti pada motif batik lain untuk memerkuat budaya dan kekayaan alam yang di miliki Indonesia.
Macam-macam motif  Geometri :
·         Pilin
·         Swastika
·         Meander
·         Kawung
·         Ceplokan
·         Banji
·         Tumpal
·         Pinggir Awan
3.      Motif Batik Banji
Motif Batik Banji


Selain batik motif parang, Banji juga merupakan salah satu motif batik tertua. Motif ini terkenal dengan kebudayaan kuno yang ada siseluruh dunia. Benji merupakan bahasa Eropa yang berarti sebuah kepercayaan dan bila dilihari dari motif batinya, bermakna sebuah kepercayaan harus dibentengi atau dijaga.
Selain itu ada pendapat lain yang menyatakan bahwa banji berasal dari dua kata yaitu ban dan dzi yang artinya sepuluh ribu yang bermakna rezeki dan kebahagiaan yang melimpah.



4.      Motif Batik Tumbuhan Menjalar
Motif Batik Tumbuhan Menjalar

Batik dengan Motif ini adalah batik yang paling banyak ditemui di Indonesia. Batik dengan motif tumbuhan menjalar memiliki makna keindahan atau keharmonisan antara manusia dengan alam sekitarnya. Pada gambar disamping merupakan contoh dari batik dengan motif tumbuhan menjalar yang mana motif ini banyak dipengaruhi oleh budaya asing. Motif ini banyak berkembang di daerah pesisir dan biasanya hadir dengan warna-warna cerah yang cukup mencolok. Pada umumnya semua batik dapat digunakan untuk kebutuhan pakaian, dekorasi rumah dll. Dalam hal busana, batik dengan motif ini tidak hanya cocok digunakan untuk perempuan namun juga untuk laki-laki.
5.      Motif Batik Tumbuhan Air
Motif Batik Tumbuhan Air

Tidak berbeda jauh dengan Tumbuhan menjalar, makna dari motif batik ini menggambarkan fungsi atau peran tumbuhan air dalam kelangsungan hidup manusia dan hewan.
Artinya, antara tumbuhan, manusia dengan hewan memiliki sebuah rantai yang membuat kehidupan saling terikat dan tidak bisa dipisahkan.
Ragam hias yang terdapat dalam jenis motif ini sangatlah banyak macamnya seperti, Ganggong bronta, Ganggong curiga, Ganggong Garut, Ganggong jubin, Ganggong kebar, Ganggong lerep, Ganggong madubranta, Ganggong paningran, Ganggong rante, ranti, Ganggong sari, dll.



6.      Motif Batik Bunga
Batik Motif Bunga


Motif bunga merupakan motif yang banyak dijumpai. Batik dengan motif ini memiliki makna keindahan, kebahagian dan kemakmuran.
Motif bunga juga salah satu motif batik yang paling sering ditemui. Pola bunga biasanya digabungkan dengan deadunan dan unsur-unsur lain untuk memperkuat ke alamian dari motifnya sendiri.
Penggunaan motif bunga ini tidak terbatas pada batik saja, motif bunga jga banyak diterapkan pada desain atau pola dari guci hias, atau kerajinan seni rupa lain yang menggunakan media tanah liat atau keramik.

7.      Motif Batik Satwa dan Kehidupannya

Batik Motif Hewan

Wujud atau figur satwa yang ada dalam motif batik memiliki makna dan arti yang berbeda-beda sesuai dengan jenis satwa dan keadaan yang digambarkan pada batiknya.
Beberapa satwa yang biasa digunakan dalam motif batik ini diantaranya : ikan, kupu-kupu, burung, gajah dll. Pada motif batik di samping terlihat bahwa hewan yang digunakan adalah gajah.
Gajah sendiri memiliki filosofi secara umum sebagai kekuatan atau libido power. Gajah seringkali identik dengan kepercayaan India atau masyarakat hindu sebagai unsur yang menopang seluruh alam semesta.
Sekali lagi bahwa setiap bentuk satwa yang digambarkan memiliki arti atau makna yang berbeda sehingga tidak semua motif memiliki fungsi dan pengaplikasian yang sama.

Begitu kayanya bangsa Indonesia dengan segala kekayaan budaya yang dimilikinya. Sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikan kesenian dan budaya Indonesia agar tidak hilang dan tetap menjadi identitas serta kebanggaan seluruh Rakyat Indonesia.